Tuesday, 30 May 2017





Community TB-HIV care ‘Aisyiyah Tanggamus menggelar Developed Roadmap goal & Stategis Pada tanggal 23 dan 24 Mei 2017 di Hotel Urban Style Pringsewu. Dalam kegitan tersebut berbagai steakholdel ikut menyusun Road Map SSR Tanggamus. Salah satu peserta road map yang ikut serta adalah Muslimat NU. 




Dalam kegiatan Tesebut team Media SR lampung sempat mewawancarai Ila Hartini, SE, MM  perwakilan muslimat NU menanggapi progam penanggulangan TB yang di lakukan oleh 'Aisyiyah. Dalam wawancara tersebut Sekretaris Muslimat NU tanggamus mengatakan bahwa program ini sangat bagus dan Muslimat NU siap untuk membantu SSR TB-HIV Care 'Aisyiyah Tanggamus dalam penanggulangan TB. 


Selain itu orang nomor dua Muslimat NU Tanggamus tersebut juga berharap pemerintah membantu program ini sehingga tujuan Tanggamus bebas TB akan segera terwujud. Wawacara lengkapnya  dapat anda lihat dibawah ini. 



Community TB-HIV care ‘Aisyiyah Tanggamus menggelar Developed Roadmap goal & Stategis Pada tanggal 23 dan 24 mei 2017 di Hotel Urban Style Pringsewu. Kegiatan tersebut dihadiri 20 orang dari berbagai organisasi diantaranya adalah Dinas kesehatan Kabupaten Tanggamus, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan daerah Aisyiyah, Naisyul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Muslimat Nu, Fathayat Nu, KNPI, Ikatan Bidan Indonesia, Persatuan Perawat Indonesia,  GOW, LPM, Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan Roadmap bersama stake holder terkait dan juga mengembangkan aksi daerah serta menyusun dan menyepakati antar pihak dalam penanggulangan TB, harapan dari penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah terlaksannya 5 pilar advokasi penanggulangan TB.


Dan Perlunya adanya dukungan bersama dari stake holder yang nantinya akan mendukung program ini dan diharapkan dapat merumuskan program dan strategi penanggulangan TB secara maksimal di kabupaten Tanggamus.

Kasi TB Dinas Kesehatan bapak Minto, S. Km, M, Kes mengatakan bahwa pihaknya akan selalu mendukung program Community TB-HIV care ‘Aisyiyah, karena dengan adanya kegiatan seperti ini pemerintah kabupaten tanggamus terbantu dalam penanggulangan penyakit TB dan HIV, Pak Minto juga megaskan akan mensosialisasikan kegiatan tersebut demi tercapainya kabupaten Tanggamus bebas TB.

Dalam usia SSR Tanggamus yang relatif baru ujar David Ariyanto selaku korlak SSR Tanggamus di tanggamus sudah ditemukan  360 kasus terdga TB dan yang 26 orang yang positif TB, dan itu baru ditemukan di delapan kecamatan saja, artinya dengan jumlah tersebut kabupaten Tanggamus perlu penanganan yang serius dalam penanggulangan TB, harapannya ini bisa jadi perhatian pemerintah setempat. 

Dalam upaya perluasan program penanggulangan TB yang dilakukan oleh 'Aisyiyah yang bekerja sama dengan Global Fund, Provinsi Lampung dipercaya menambah 3 daerah garapan kerja yang salah satunya yakni Kabupaten Tanggamus. Mulai tahun ini Tanggamus menjadi salah satu daerah garapan kerja penanggulanagn TB dengan nama SSR Community TB-HIV Care 'Aisyiyah Tanggamus. 



Dalam upaya perluasan mitra steakholder dalam mensukseskan Tanggamus bebas TB, SSR Kab. Tanggamus yang dikordinatori oleh David terus berupaya menjalin kerjasama kepada seluruh elemen masayarakat terutama dinas kesehatan. Setelah beberapa kali bertemu, team media SR Lampung mendapat kesempatan mewancarai Bapak Minto, S. Km, M. Kes (KASI P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus. Ia Mengatakan, "program ini (Penanggulang TB oleh Community TB-HIV Care 'Aisyiyah) sangat bagus dan sangat mengapresiasi karena program ini sangat membantu pemerintah dalam menanggulangi penyakit TB yang ada di Kab. Tanggamus."

Dalam kesempatan wawancara KASI P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus tersebut juga menyampaikan bahwa dinas kesehatan berharapa SSR Tanggamus pro-aktif dalam menyebarkan informasi (penyakit TB) seluas-luasnya kepada masyarakat dan mengarahkan terduga batuk-batuk 2 minggu atau lebih (ciri-ciri TB) untuk memeriksakan diri ke puskesmas. Diakhir wawancara ia berterimakasih kepada 'Aisyiyah dengan program ini serta siap menjadi mitra dalam penanggulangan TB di Kabupaten Tanggamus.

Berkut petikan wawancara team media SR Lampung.



Monday, 29 May 2017


Pringsewu, Cukup tingginya Angka TB di kabupaten Pringsewu, menjadi perhatian banyak pihak hal ini terlihat saat SSR TB-HIV care 'Aisyiyah Kabupaten Pringsewu menggelar Developed ROAD MAP (Gols & Strategics), pada tanggal 18-19 Mei 2017, di Auditorium Urban Hotel by Frontone, (19/5/17). Hadir dan mengikuti secara penuh kegiatan tersebut diantaranya, Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Pringsewu, DPD KNPI, Karang Taruna, Muslimat NU, GP Ansor, IPM, IMM, NA, Pemuda Muhammadiyah, LPA kabupaten Pringsewu, PWI, AWPI, Pemuda Katolik, PKK, serta Penggiat komunitas Ratu Sewu.  


Kegiatan DEVELOPED ROAD MAP (goal &Strategic), ini dilaksanakan bertujuan untuk memetakan serta menentukan gerak langkah Komunitas, dalam pemberantasan TB-HIV di Kabupaten Pringsewu, sehingga kedepan kabupaten pringsewu bebas TB dan HIV ” Ujar M Iqbal WT Kordinator Pelaksana Komunitas Tb- HIV Care Aisyiyah Pringsewu.

Hingga dua bulan terkahir ,  yaitu Maret dan April 2017 Komunitas TB HIV Care Pringsewu telah mendapatkan data sekitar 197 terduga TB dan 30 positif mengidap penyakit yang sangat berbahaya ini, data tersebut di peroleh dari para kader/relawan Komunitas TB-HIV Care Aisyiyah Pringsewu yang tersebar di seluruh  kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu, artinya pringsewu ini sudah darurat TB dan harus segera di tangani secara serius Pungkas Iqbal.




Hadir menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, Komisi IV DPRD Kab. Pringsewu Hi. Hartono. Pada prinsipnya kami selaku wakil rakyat siap berpartisipasi dalam mensukseskan gerakan pringsewu bebas TB-HIV, apalagi ini merupakan program nasional, wong Negara lain saja sampai peduli masak kita malah tidak, ujar Hartono.

Saat di tanya keseriusan untuk mengawal hingga terlahir perda dan atau perbub tentang TB-HIV di Kabupaten Pringsewu, beliau mengatakan saya secara pribadi dan kawan-kawan di komisi IV InsyaAlloh siap mengawalnya sampai terwujud Perda di kabupaten Pringsewu, lanjut hartono yang juga memiliki basic di dunia kesehatan. Kontributor : M. Iqbal (Korlak SSR Pringsewu)




Wednesday, 24 May 2017

Kader Community TB Care Aisyiyah Kabupaten Tulang Bawang Barat Turut serta menyukseskan kegiatan Milad Aisyiyah  dan songsong Ramadhan 1438 H, yang di laksanakan  pada hari minggu tanggal 21 mei 2017 di MI Nurul Iman Pulung Kencana Tulang Bawang Barat.

Agenda kegiatan yang dilakukan pada milad Aisyiyah yang ke 100 diantaranya adalah pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan tentang TB  pada usila penerima Santunan oleh majelis kesehatan dan di bantu oleh kader Community TB care ‘Aisyiyah , Membagian santunan dan di tutup dengan Senam bersama seluruh jajaran PDA dan Warga ‘Aisyiyah Tulang Bawang Barat









Sunday, 21 May 2017

Minggu 21 Mei 2017 suasana kolam renang Butterfly Gisting Tanggamus berbeda dengan biasanya. Jika biasanya kolam ramai dengan para pengunjung yang ingin berenang dan menghabiskan waktu weekend. Namun hari ini juga di penuhi dengan para kader Community TB-HIV Care Aisyiyah Kabupaten Tanggamus. 


Ssr TB-HIV Care Aisyiyah hari ini mengadakan Monitoring dan Evaluasi Kader yang dimulai dari pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Dalam Kegiatan ini dihadiri oleh SR Lampung yakni Sudiyanto, S.Sos, Fajar Fakhlevi, S.Pd, Ali Mustofa, S.Pd.I, Dian Sugianto, S.Kom, dan Johan Listiyawan, S.Pd. 


Dalam kegiatan ini Sudiyanto, S.Sos (koordinator SR Lampung) menghimbau, "semangat kader dalam menemukan terduga TB harus ditingkatkan. Berbagai upaya juga harus dilakukan dalam rangka mempermudah upaya pencarian terduga TB. Misalnya dengan berkoordinasi dengan pak kepala desa, pak kadus dan steakholder yang dapat membantu kader".


Selain itu sudiyanto juga mengintrusikan kepada SSR Tanggamus untuk segera mencetak kartu tanda pengenal kader dan penerbitan SK kader dalam rangka mempermudah kader dalam terjun kelapangan. 

Selain koordinator SR yang mrmeberikan materi, Fajar Fakhlevi yang menjadi fasilitator monev juga memberikan trik bagaimana menscreening pasien TB. Ia jg mengajarkan pentingnya mengambil dahak berkualitas sehinga proses penganalisaan dahak akan akurat. 

Tak ketinggalan kader juga ikut serta berbagi cerita baik kendala serta cara-cara efektif yanv dapat digunakan saat mencari terduga TB. Sri Mulat mengatakan, "penyuluha serta koornasi dengan pihak desa harus intens dilakukan. Dengan penyuluhan yang rutin maka akan banyak masyarakat yang mendapat informasi seputar TB sehingga makin banyak juga yang sadar dan menghubungi untuk di bantu dalam memeriksakan TB ke Puskesmas."