Tuesday, 30 May 2017
02:30
Johan
Agenda, Berita, Video
No comments
Community TB-HIV care ‘Aisyiyah Tanggamus menggelar Developed Roadmap goal & Stategis Pada tanggal 23 dan 24 Mei 2017 di Hotel Urban Style Pringsewu. Dalam kegitan tersebut berbagai steakholdel ikut menyusun Road Map SSR Tanggamus. Salah satu peserta road map yang ikut serta adalah Muslimat NU.
Dalam kegiatan Tesebut team Media SR lampung sempat mewawancarai Ila Hartini, SE, MM perwakilan muslimat NU menanggapi progam penanggulangan TB yang di lakukan oleh 'Aisyiyah. Dalam wawancara tersebut Sekretaris Muslimat NU tanggamus mengatakan bahwa program ini sangat bagus dan Muslimat NU siap untuk membantu SSR TB-HIV Care 'Aisyiyah Tanggamus dalam penanggulangan TB.
Selain itu orang nomor dua Muslimat NU Tanggamus tersebut juga berharap pemerintah membantu program ini sehingga tujuan Tanggamus bebas TB akan segera terwujud. Wawacara lengkapnya dapat anda lihat dibawah ini.
01:47
Johan
Agenda, Berita
No comments
Community TB-HIV
care ‘Aisyiyah Tanggamus menggelar Developed Roadmap goal & Stategis Pada tanggal
23 dan 24 mei 2017 di Hotel Urban Style Pringsewu. Kegiatan tersebut
dihadiri 20 orang dari berbagai organisasi diantaranya adalah Dinas kesehatan
Kabupaten Tanggamus, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan daerah Aisyiyah,
Naisyul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Muslimat Nu, Fathayat Nu, KNPI, Ikatan
Bidan Indonesia, Persatuan Perawat Indonesia,
GOW, LPM, Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan Roadmap bersama stake
holder terkait dan juga mengembangkan aksi daerah serta menyusun dan
menyepakati antar pihak dalam penanggulangan TB, harapan dari penyelenggaraan
kegiatan tersebut adalah terlaksannya 5 pilar advokasi penanggulangan TB.
Dan Perlunya adanya
dukungan bersama dari stake holder yang nantinya akan mendukung program ini dan
diharapkan dapat merumuskan program dan strategi penanggulangan TB secara
maksimal di kabupaten Tanggamus.
Kasi TB Dinas
Kesehatan bapak Minto, S. Km, M, Kes mengatakan bahwa pihaknya akan selalu
mendukung program Community TB-HIV care ‘Aisyiyah, karena dengan adanya
kegiatan seperti ini pemerintah kabupaten tanggamus terbantu dalam
penanggulangan penyakit TB dan HIV, Pak Minto juga megaskan akan
mensosialisasikan kegiatan tersebut demi tercapainya kabupaten Tanggamus bebas
TB.
Dalam usia SSR
Tanggamus yang relatif baru ujar David Ariyanto selaku korlak SSR Tanggamus di
tanggamus sudah ditemukan 360 kasus
terdga TB dan yang 26 orang yang positif TB, dan itu baru ditemukan di delapan
kecamatan saja, artinya dengan jumlah tersebut kabupaten Tanggamus perlu
penanganan yang serius dalam penanggulangan TB, harapannya ini bisa jadi
perhatian pemerintah setempat.
01:32
Johan
Berita, Video
No comments
Dalam upaya perluasan program penanggulangan TB yang dilakukan oleh 'Aisyiyah yang bekerja sama dengan Global Fund, Provinsi Lampung dipercaya menambah 3 daerah garapan kerja yang salah satunya yakni Kabupaten Tanggamus. Mulai tahun ini Tanggamus menjadi salah satu daerah garapan kerja penanggulanagn TB dengan nama SSR Community TB-HIV Care 'Aisyiyah Tanggamus.
Dalam upaya perluasan mitra steakholder dalam mensukseskan Tanggamus bebas TB, SSR Kab. Tanggamus yang dikordinatori oleh David terus berupaya menjalin kerjasama kepada seluruh elemen masayarakat terutama dinas kesehatan. Setelah beberapa kali bertemu, team media SR Lampung mendapat kesempatan mewancarai Bapak Minto, S. Km, M. Kes (KASI P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus. Ia Mengatakan, "program ini (Penanggulang TB oleh Community TB-HIV Care 'Aisyiyah) sangat bagus dan sangat mengapresiasi karena program ini sangat membantu pemerintah dalam menanggulangi penyakit TB yang ada di Kab. Tanggamus."
Dalam kesempatan wawancara KASI P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus tersebut juga menyampaikan bahwa dinas kesehatan berharapa SSR Tanggamus pro-aktif dalam menyebarkan informasi (penyakit TB) seluas-luasnya kepada masyarakat dan mengarahkan terduga batuk-batuk 2 minggu atau lebih (ciri-ciri TB) untuk memeriksakan diri ke puskesmas. Diakhir wawancara ia berterimakasih kepada 'Aisyiyah dengan program ini serta siap menjadi mitra dalam penanggulangan TB di Kabupaten Tanggamus.
Berkut petikan wawancara team media SR Lampung.
Monday, 29 May 2017
23:23
Unknown
Agenda, Berita
No comments
Pringsewu,
Cukup tingginya Angka TB di kabupaten Pringsewu, menjadi perhatian banyak pihak
hal ini terlihat saat SSR TB-HIV care 'Aisyiyah Kabupaten Pringsewu menggelar
Developed ROAD MAP (Gols & Strategics), pada tanggal 18-19 Mei 2017, di
Auditorium Urban Hotel by Frontone, (19/5/17).
Hadir dan mengikuti secara penuh kegiatan tersebut diantaranya, Dinas Kesehatan
Kabupaten Pringsewu, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Pringsewu, DPD KNPI,
Karang Taruna, Muslimat NU, GP Ansor, IPM, IMM, NA, Pemuda Muhammadiyah, LPA
kabupaten Pringsewu, PWI, AWPI, Pemuda Katolik, PKK, serta Penggiat komunitas
Ratu Sewu.
Kegiatan DEVELOPED ROAD MAP (goal
&Strategic), ini dilaksanakan bertujuan untuk memetakan serta menentukan
gerak langkah Komunitas, dalam pemberantasan TB-HIV di Kabupaten Pringsewu, sehingga
kedepan kabupaten pringsewu bebas TB dan HIV ” Ujar M Iqbal WT Kordinator
Pelaksana Komunitas Tb- HIV Care Aisyiyah Pringsewu.
Hingga dua bulan terkahir , yaitu Maret dan April 2017 Komunitas TB HIV
Care Pringsewu telah mendapatkan data sekitar 197 terduga TB dan 30 positif
mengidap penyakit yang sangat berbahaya ini, data tersebut di peroleh dari para
kader/relawan Komunitas TB-HIV Care Aisyiyah Pringsewu yang tersebar di
seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten
Pringsewu, artinya pringsewu ini sudah darurat TB dan harus segera di tangani
secara serius Pungkas Iqbal.
Hadir menjadi salah satu narasumber
dalam kegiatan tersebut, Komisi IV DPRD Kab. Pringsewu Hi. Hartono. Pada
prinsipnya kami selaku wakil rakyat siap berpartisipasi dalam mensukseskan
gerakan pringsewu bebas TB-HIV, apalagi ini merupakan program nasional, wong
Negara lain saja sampai peduli masak kita malah tidak, ujar Hartono.
Saat di tanya keseriusan untuk mengawal
hingga terlahir perda dan atau perbub tentang TB-HIV di Kabupaten Pringsewu,
beliau mengatakan saya secara pribadi dan kawan-kawan di komisi IV InsyaAlloh
siap mengawalnya sampai terwujud Perda di kabupaten Pringsewu, lanjut hartono
yang juga memiliki basic di dunia kesehatan. Kontributor
: M. Iqbal (Korlak SSR Pringsewu)
Wednesday, 24 May 2017
20:50
Johan
Agenda, Berita, Galeri
No comments
Kader Community TB Care Aisyiyah Kabupaten Tulang Bawang Barat Turut serta menyukseskan kegiatan Milad Aisyiyah dan songsong Ramadhan 1438 H, yang di laksanakan pada hari minggu tanggal 21 mei 2017 di MI Nurul Iman Pulung Kencana Tulang Bawang Barat.
Agenda kegiatan yang dilakukan pada milad Aisyiyah yang ke 100 diantaranya adalah pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan tentang TB pada usila penerima Santunan oleh majelis kesehatan dan di bantu oleh kader Community TB care ‘Aisyiyah , Membagian santunan dan di tutup dengan Senam bersama seluruh jajaran PDA dan Warga ‘Aisyiyah Tulang Bawang Barat
Sunday, 21 May 2017
23:04
Johan
Agenda, Berita
No comments
Minggu 21 Mei 2017 suasana kolam renang Butterfly Gisting Tanggamus berbeda dengan biasanya. Jika biasanya kolam ramai dengan para pengunjung yang ingin berenang dan menghabiskan waktu weekend. Namun hari ini juga di penuhi dengan para kader Community TB-HIV Care Aisyiyah Kabupaten Tanggamus.
Ssr TB-HIV Care Aisyiyah hari ini mengadakan Monitoring dan Evaluasi Kader yang dimulai dari pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Dalam Kegiatan ini dihadiri oleh SR Lampung yakni Sudiyanto, S.Sos, Fajar Fakhlevi, S.Pd, Ali Mustofa, S.Pd.I, Dian Sugianto, S.Kom, dan Johan Listiyawan, S.Pd.
Dalam kegiatan ini Sudiyanto, S.Sos (koordinator SR Lampung) menghimbau, "semangat kader dalam menemukan terduga TB harus ditingkatkan. Berbagai upaya juga harus dilakukan dalam rangka mempermudah upaya pencarian terduga TB. Misalnya dengan berkoordinasi dengan pak kepala desa, pak kadus dan steakholder yang dapat membantu kader".
Selain itu sudiyanto juga mengintrusikan kepada SSR Tanggamus untuk segera mencetak kartu tanda pengenal kader dan penerbitan SK kader dalam rangka mempermudah kader dalam terjun kelapangan.
Selain koordinator SR yang mrmeberikan materi, Fajar Fakhlevi yang menjadi fasilitator monev juga memberikan trik bagaimana menscreening pasien TB. Ia jg mengajarkan pentingnya mengambil dahak berkualitas sehinga proses penganalisaan dahak akan akurat.
Tak ketinggalan kader juga ikut serta berbagi cerita baik kendala serta cara-cara efektif yanv dapat digunakan saat mencari terduga TB. Sri Mulat mengatakan, "penyuluha serta koornasi dengan pihak desa harus intens dilakukan. Dengan penyuluhan yang rutin maka akan banyak masyarakat yang mendapat informasi seputar TB sehingga makin banyak juga yang sadar dan menghubungi untuk di bantu dalam memeriksakan TB ke Puskesmas."
Saturday, 29 April 2017
22:25
Johan
Agenda, Berita
No comments
SR Lampung mengadakan Rapat Koordinasi DC (Data Collection) Se-Lampung yang kabupaten/kota nya terdapat SSR Community TB-HIV Care diantaranya Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Pesawaran, Metro, Tulang Bawang Barat, Tanggamus, Pringsewu dan KMP Sidobinangun Lampung Tengah. Acara diadakan pada hari minggu, 30 April 2017 di Kantor SR Lampung.
Dalam rakor ini disampaikan bebepa materi tentang Monitoring dan Evaluasi yang disampaikan oleh Fajar Fakhlevi (Staff Monitoring Dan Evaluasi SR Lampung), beberapa diantaranya:
a. Tujuan M&E
1. panduan pengawasan.
2. memastikan ketercapaian tujuan program.
3. penguatan kapasitas.
4. rencana agar data berkualitas.
b. Indikator Proses.
1. kader/patient Supporter yang dilatih.
2. Tokoh agama yang dilatih.
3. KMP yang terbentuk.
4. Jumlah RS / Puskesmas yang bekerjasama.
5. Jumlah Kader yang aktif mencari suspek-pasien TB.
6. jumlah suspek yang datang mandiri ke puskesmas.
c.Indikator output
1. advokasi untuk mendukung program TB
2. Pasien TB-MDR yang didukukng oleh 'Aisyiyah
3. Proporsi Pasien TB yang di tes HIV-AIDS
4. Menurunkan angka drop-out di RS
5. Pencapaian Suspek
6. Kasus TB (semua Tipe)
7. Keberhasilan Pengobatan
Pemberian wawasan tentang monitor dan evaluasi pada DC dengan harapan DC tidak hanya dapat mengolek data, tetapi juga dapat mengetahui cara dan teknik dalam memonitor serta mengevaluasi kinerja.
Selain konten materi yang diberikan, Fajar mencontohkan beberapa cara menemukan masalah beberapa daerah yang target capaian tidak tercapai. ketika masalah ditemukan, diharapkan DC dapat menemukan solusi sehingga capaian dapat tercapai secara maksimal.
Tuesday, 11 April 2017
21:43
Unknown
Berita, Informasi
No comments
Pringsewu, Pimpinan Daerah
‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Pringsewu launching
Community TB-HIV Care dan Gebyar TB Day (9/4/17), Agenda yang diselenggarakan di gedung Pendopo Kabupaten Pringsewu ini dihadiri Pejabat Bupati Pringsewu Drs. Yudha Setiawan, MM. yang sekalilgus meresmikan Lounching Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah,
turut hadir Dra. Hj. Siti Munawaroh Harun dari Pimpinan
Wilayah ‘Aisyiyah Propinsi Lampung selaku kepala SR Lampung dan dari berbagai
dinas dan ormas diantaranya Dinas kesehatan, Ketua Tim PKK, serta organisasi kemasyarakatan seperti KNPI, GOW, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Organisasi Otonom Muhammadiyah Kabupaten Pringsewu.
Acara
tersebut mengambil tema “Gerakan Masyarakat Indonesia Bebas TB” dengan
slogan TOSS TB (Temukan TB Obati Sampai Sembuh). Rangkaian peringatan
Hari TB Sedunia, yang dimulai
dengan kegiatan “Aksi Ketuk Pintu, Bazar, dan Jalan Sehat yang diikuti seluruh
Amal Usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah kabupaten Pringsewu.
Dra. Hj. Umi Kursiati, M.Pd. (ketua PDA Pringsewu) mengajak semua elemen baik
pemerintah maupun swasta untuk mendukung
program penanggulangan TB, beliau
menyampaikan dalam sambutannya bahwa dalam rangka kegiatan Hari TB sedunia
‘Aisyiyah Kabupaten Pringsewu ikut menyukseskan kegiatan “Ketuk 17.000 Pintu” yang dicanangkan Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Propinsi Lampung yang dilakukan oleh 48 kader TB ‘Aisyiyah, dari tgl 18-23 Maret 2017 telah berhasil mengetuk 1.920 pintu, dalam kegiatan tersebut kader lakukan edukasi dan
skrining kepada masyarakat di 9 kecamatan. beliau menambahkan bahwa peran Community
TB-HIV Care ‘Aisyiyah Kabupaten Pringsewu untuk meningkatkan angka penemuan
kasus dan angka kesembuhan pasien TB di Unit Pelayanan Kesehatan pemerintah dan
swasta, yaitu dengan melakukan penyuluhan, penemuan terduga, mendampingi
pemeriksaan dahak serta membimbing pasien TB secara mental dan spiritual untuk
mempunyai motivasi sehat dengan minum obat teratur dan periksa ke UPK sampai
sembuh.
Dalam pengarahannya Dra. Hj. Siti Munawaroh Harun menyampaikan peringatan HTBS tahun
2017 mengambil tema Gerakan Masyarakat menuju Indonesia bebas TB dengan Aksi
Temukan Tuberkulosis obati sampai sembuh, adalah merupakan gerakan masyarakat
dalam rangka intervensi secara aktif dan massif, yang dilakukan secara
bersama-sama guna meningkatkan kesadaran terkait penanggulangan TB. Community
TB-HIV Care ‘Aisyiyah Propinsi Lampung telah melakukan aksi ketuk 17.000 yang
dilakukan oleh 426 kader di 10 SSR yaitu: Kota Bandar Lampung, Lampung Selatan,
Pesawaran, Lampung Tengah, Lampung Timur, Tulang Bawang Barat, KMP
Sidobinangun, Kota Metro, Pringsewu dan Tanggamus. Dan kegiatan pendamping
dalam HTBS kali ini adalah: Grebek Pasar, Kampanye TB-HIV, Pemeriksaan VST dan
SPS, Dialog Public bersama Ombudsman RI perwakilan Lampung, Ketuk Hati
stekholder, Jalan Sehat dan lomba mewarnai.
Drs. Yudha
Setiawan, MM. (Pejabat Bupati Kab. Pringsewu) memaparkan
bahwa success-rate pengobatan TB Indonesia telah mencapai angka 90% yang berarti bahwa pasien TB
yang diobati Sembilan puluh persen berhasil disembuhkan, dan diharapkan rantai
penularan TB dapat diputuskan dan diakhiri. Terkait hal tersebutlah peran Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah
kabupaten Pringsewu sangat penting, Pemerintah
Kabupaten Pringsewu akan selalu siap kapanpun dan dimanapun untuk mendukung dan
men-support Community TB-HIV
Care ‘Aisyiyah Kabupaten Pringsewu. Beliau menambahkan mari kita selalu
bersinergi, sehingga apa yang menjadi niat baik serta harapan kita bersama bisa
tercapai. Untuk memperkuat Gerakan temukan Tuberkulosis dan Obati sampai sembuh
pemerintah bersama masyarakat juga telah memulai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
(Germas) dengan aktifitas utama:
meningkatkan aktivitas fisik, meningkatkan prilaku Hidup bersih dan sehat
(PHBS), menyediakan pangan sehat dan bergizi, meningkatkan pencegahan dan
deteksi dini penyakit, meningkatkan kualitas lingkungan serta meningkatkan
edukasi hidup sehat.
Foto : MoU PDA dengan Dinkes Pringsewu
Foto: MoU PDA dengan RS Mitra Husada Pringsewu
Melalui
kegiatan puncak TB Day ini juga dilakukan Penandatanganan MoU tentang Komitmen bersama penanggulangan TB
di kabupaten Pringsewu
antara Dinas kesehatan dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Pringsewu. Dan MoU antara RS. Mitra Husada dengan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Pringsewu, serta penandatangan petisi
dukungan bersama gerakan masyarakat
bebas TB di kabupaten Pringsewu.
Kontributor : Siti Nurlelawati (Kepala SSR Pringsewu)
Friday, 7 April 2017
19:41
Unknown
Berita, Informasi
No comments
Bandar
Mataran, Sahroni (27) seorang pemuda tinggal di Kampung Mataram Udik, Kecamatan
Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Propinsi Lampung. Karena tempat
tinggal yang jauh dari kota kecamatan sehingga kurang memahami apa itu Tuberkolosis
(TB). Bahkan tidak tahu kalau dirinya sendiri terkena TB paru.
Sahroni (sebelah kanan
Badannya semakin
kurus, wajah terlihat pucat dan tidak bertenaga. keluarga baru tahu setelah 3
bulan menderita penyakit TB. Keterlambatan inilah yang membuat badan kurus dan
tidak bisa berjalan tanpa di bantu Ibunya, setelah di antar kader KMP TB Lampung untuk di cek dahaknya oleh
petugas kesehatan Puskesmas Jatidatar. Dari pihak keluarga merasa malu karena
penyakit TB dianggap sebagai aib bagi keluarganya.
Sahroni (berbaring)
Setelah
menjalani pengobatan dan dinyatakana sembuh pada bulan Desember 2016,
keluarganya merasa bahagia karena apa yang diupayakan untuk membantu dan menyembuhkan penyakit yang diderita sahroni berjalan dengan baik. “Selama
pengobatan, Sahroni mengikuti proses pengobatan sesuai prosedur bagi penderita
TB secara benar sampai di nyatakan
sembuh oleh petugas kesehatan”, kata Amini (50) ibunya yang sekaligus sebagai Pengawas
Menelan Obat (PMO).
Beliau
menambahkan (Amini), sekarang anak saya mengalami kemajuan pesat bisa
beraktifitas seperti semula, berat badan naik, dan kini dia bisa bekerja
membantu keluarganya. Saya mengucapkan terimakasih atas apa yang telah
dilakukan oleh Kader KMP TB Lampung dan petugas kesehatan Puskesmas Jatidatar
yang selalu memberikan motivasi saya (sahroni)
sehingga sekarang terbebas dari TB. “Good by TB”
Kontributor : Nurhadi (Koordinator SSR KMP TB Lampung)
08:38
Unknown
Berita
No comments
Kota Agung, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Tanggamus launching Community TB-HIV Care dan Gebyar TB Day (24/3/17), Agenda yang diselenggarakan di halaman gedung dakwah Muhammadiyah Kota Agung ini dihadiri Wakil Bupati Tanggamus Hi.
Samsul Hadi, M.Pd.I yang sekalilgus meresmikan Lounching Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah, turut hadir Dra.
Hj. Siti Munawaroh Harun dari Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Propinsi
Lampung selaku kepala SR Lampung dan dari berbagai dinas dan ormas diantaranya
Dinas kesehatan, Dinas Sosial, Dinas BPKAD, Ketua DPRD Kab. Tanggamus, Ketua Tim PKK, serta
organisasi kemasyarakatan seperti KNPI, NU, Muslimat NU, Fathayat NU, LDII, LPM, GOW dan Organisasi Otonom Muhammadiyah.
Acara tersebut mengambil tema “Gerakan Masyarakat Indonesia Bebas TB” dengan slogan TOSS TB (Temukan TB Obati Sampai Sembuh) merupakan suatu
bentuk apresiasi terhadap peringatan Hari TB Sedunia, yang dimulai dengan kegiatan “Aksi
Ketuk Pintu, Pawai Budaya, Bazar dan lomba mewarnai siswa/siswi TK se-Kota
Agung.
Dra. Mardiana (ketua PDA Tanggamus) mengajak semua elemen baik pemerintah maupun swasta untuk memerangi dan
memberantas penyakit TB, beliau menyampaikan dalam sambutannya bahwa dalam rangka kegiatan “Ketuk 17.000 Pintu” dilakukan oleh 48 kader TB ‘Aisyiyah, dari tgl 15-23 Maret 2017 telah
berhasil mengetuk 1.920 pintu, dalam kegiatan tersebut kader lakukan edukasi dan skrining kepada masyarakat di 8 kecamatan, diantarnya kecamatan Pugung,
kecamatan, talang padang, kecamatan Pulau panggung, Kecamatan Sumberejo,
kecamatan, Gisting, Kecamatan kota agung timur, kecamatan kota agung dan
kecamatan kota agung barat.
Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I (wakil Bupati
Kab. Tanggamus) memaparkan bahwa Indonesia
tengah menghadapi tantangan serius berupa beban ganda terhadap angka kesakitan.
Perubahan gaya hidup masyarakat ditengarai menjadi salah satu penyebab
terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi) dalam 30 tahun
terakhir. Pada era 1990-an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah
penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Tuberkulosis
(TBC), dan Diare. Sumber daya yang
dibutuhkan untuk mengobati penykit
tersebut selain membutuhkan biaya tinggi juga membutuhkan waktu yang panjang. Beliau mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh
‘Aisyiyah Tanggamus sebagai Gerakan Wanita Muhammadiyah yang telah melakukan
pembinaan kader TB untuk bersama-sama pemerintah melakukan penanggulangan TB, dan mengajak
kepada Dinas Kesehatan, Pimpinan DPRD untuk
meningkatkan serta berperan aktif dalam penanggulangan TB di Kabupaten
Tanggamus.
Melalui kegiatan puncak TB Day ini juga dilakukan Penandatanganan MoU tentang Komitmen bersama penanggulangan TB di
kabupaten Tanggamus antara Dinas kesehatan dan
Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Tanggamus,
Kontributor : David (Kordinator SSR Tanggamus)
05:19
Teo Rendra Arifin
Agenda, Berita
No comments
Bertempat dihalaman sekolah SMP Muhammadiyah Gedong Tataan,beratapkan tenda seadanya, beralaskan tikar dan karpet tipis, dengan semangat gempita 360 peserta yang masih kanak-kanak tersebut begitu semangat mereka mengikuti lomba mewarnai yang diadakan oleh SSR TB-HIV Care Aisyiyah Pesawaran. Berangkat dari rumah mereka mempunyai tujuan yang sama pastinya. Yaitu mengikuti lomba dan memenangkanya. Walaupun tidak mungkin semuanya mendapatkan juara,mereka tetap tak gentar untuk mewarnai dengan sebaik mungkin.
Ketika ditanya oleh MC “Siapa yang ingin jadi juara” Semua anak-anak menjawab dengan kompak “Saya...!!!” si MC bertanya kembali “Siap jadi juara..” kembali anak-anak menjawab “siap” dengan kompaknya. Lucunya tingkah anak-anak yang itu, ditambah melihat keseriuasan dicampur dengan candaan anak-anak tersebut,membuat gemas orang-orang yang melihat untuk meramaikan acara tersebut. Anak-anak TK tersebut ada yg di damping oleh Ibu,Ayah,Guru,Kakak bahkan kakeknyapun mendampingi. Terlihat kasih karena takut telat mungkin, bahkan anak-anak ada yang sarapan di lokasi lomba dan disuapi oleh kakeknya. Banyak hal yang menarik memang di arena tersebut.
Acara ini selain untuk melatih motorik anak, ini dapat melatih kejujuran,konsentrasi dan bersosial. Selain itu lomba ini melatih mental para peserta lomba. Mereka tidak boleh di ajari oleh pendampingnya. Pendamping tidak boleh mendekati peserta, mereka hanya boleh berada di pinggir tenda. Agar acara tersebut lebih efektif, ditengah-tengah lomba, para orang tua diberitahu tentang bahaya TB dan HIV serta menanggulanginya.
Setelah waktu habis, peserta harus mengumpulkan hasilnya. Sembari menunggu pengumuman dari juri siapa pemenangnya, MC memberikan games kepada peserta dan memberikan candaan kepada mereka. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Yups.. pengumuman juara. Jreng.. jreng... Juara 3.. si MC memberikan pengumuman dari yang juara 3 dahulu. Berikut nama juara dan asal sekolahnya :
• Juara 1 : Raihan hayati (TK PGRI Pesawaran )
• Juara 2 : Alfatih Najmutamam 9 (TK Almuttaqin)
• Juara 3 : Fairus Algasta (TK M. Ulum)
Pemenangnyapun pulang membawa hadiah dan piala. Wajahnya terlihat senang gembira, orangtuanya begitu bangga dengan prestasi anaknya. Acarapun berjalan sukses tanpa ada yang protes atas hasil yang ada.
![]() |
| Anak-anak TK mengikuti lomba mewarnai |
Ketika ditanya oleh MC “Siapa yang ingin jadi juara” Semua anak-anak menjawab dengan kompak “Saya...!!!” si MC bertanya kembali “Siap jadi juara..” kembali anak-anak menjawab “siap” dengan kompaknya. Lucunya tingkah anak-anak yang itu, ditambah melihat keseriuasan dicampur dengan candaan anak-anak tersebut,membuat gemas orang-orang yang melihat untuk meramaikan acara tersebut. Anak-anak TK tersebut ada yg di damping oleh Ibu,Ayah,Guru,Kakak bahkan kakeknyapun mendampingi. Terlihat kasih karena takut telat mungkin, bahkan anak-anak ada yang sarapan di lokasi lomba dan disuapi oleh kakeknya. Banyak hal yang menarik memang di arena tersebut.
![]() |
| Seorang kakek sedang menyuapi cucunya. |
Acara ini selain untuk melatih motorik anak, ini dapat melatih kejujuran,konsentrasi dan bersosial. Selain itu lomba ini melatih mental para peserta lomba. Mereka tidak boleh di ajari oleh pendampingnya. Pendamping tidak boleh mendekati peserta, mereka hanya boleh berada di pinggir tenda. Agar acara tersebut lebih efektif, ditengah-tengah lomba, para orang tua diberitahu tentang bahaya TB dan HIV serta menanggulanginya.
Setelah waktu habis, peserta harus mengumpulkan hasilnya. Sembari menunggu pengumuman dari juri siapa pemenangnya, MC memberikan games kepada peserta dan memberikan candaan kepada mereka. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Yups.. pengumuman juara. Jreng.. jreng... Juara 3.. si MC memberikan pengumuman dari yang juara 3 dahulu. Berikut nama juara dan asal sekolahnya :
• Juara 1 : Raihan hayati (TK PGRI Pesawaran )
• Juara 2 : Alfatih Najmutamam 9 (TK Almuttaqin)
• Juara 3 : Fairus Algasta (TK M. Ulum)
Pemenangnyapun pulang membawa hadiah dan piala. Wajahnya terlihat senang gembira, orangtuanya begitu bangga dengan prestasi anaknya. Acarapun berjalan sukses tanpa ada yang protes atas hasil yang ada.
Community TB-HIV Care Lampung telah sukses melaksanakan program ketuk 17.000 Pintu, kesuksesan itu tak lepas dari kerja keras,kerja cerdas dan juga kerja ikhlas para pelaksana programnya. Salah satunya adalah SSR Lampung Selatan yang telah sukses melaksankan program tersebut. Sebanyak 1.360 pintu rumah telah diketuk dan diberikan penjelasan mengenai bahayanya TB dan HIV.
Program ketuk pintu ini dilaksankan oleh 34 kader yang ada di lampung Selatan. Para kader tersebut tersebar di 96 desa dari 11 kecamatan di Lampung Selatan. Para kader tak kenal lelah dalam mensukseskan program tersebut. Panas dan hujan dilalui,tak jarang para kaderpun menemui penolakan dalam melaksanakan tugasnya. Tetapi mereka tetap semangat demi tugas yang telah diamanahinya.
Kordinator pelaksana SSR LAMSEL pun memberikan aplous kepada kader yang telah melaksankan program ini dengan semangat dan ikhlas. Rudi sebagai Kordinator program mengatakan “ Saya salut dengan kerja kader yang selalu semangat dalam melaksankan program ini, sehingga suksesnya dalam mewujudkan ketuk 17.000 pintu”.
Selain para kader-kader tangguh, tentu tak lepas dari para pelaksana programnya dong.. mari kita berkenalan dengan para ranger SSR lampung Selatan. Kita mulai dari Kepala SSR Lampung Selatan, namanya Hj. Titik Sutriningsih, SE.,MM, umurnya 45 tahun. Nah untuk kordinatornya bernama Rudi hartono,SE.,MM, beliau berumur 33 tahun, sedangkan staf financenya adalah Nia Anggaraini, mbk Nia ini umurnya 26 tahun loh. sedangkan untuk staf DC bernama Eko Ma’mur Ridho, SE, nah kalau mas Eko merupakan pelaksana paling muda di Lampung Selatan, umurnya baru 23 tahun. Mereka kompak banget loh..,, Smpai-sampai gelar sarjananyapun sama, semua Sarjana Ekonomi. Hehe.
![]() |
| Kiri baju pendek Rudi Hartono (Kord Pelaksana), Nia Anggraini (Staef Financ), Hj.Titik Sutriningsih (Kepala SSR), Eko Ma'mur Ridho (Staf DC) |
Tanpa kerja keras,cerdas dan ikhlas, rasanya sulit untuk mencapai kesuksesan. Butuh orang-orang yg terbuka hati dan fikiranya dalam melaksankan tugas ini. Dan mereka diantaranya orang-orang yang bertekat terus peduli dengan TB dan HIV. Mereka sudah peduli, kamu...? yuk bersama kami bebaskan Indonesia dari TB. TB BISA DISEMBUHKAN HIV BISA DIKENDALIKAN.
Aisyiyah yang merupakan salah satu organisasi otonom dari
muhammadiyah yang begitu banyak kiprahnya dalam bidang pendidikan,kesehatan,ekonomi
dan sosial kemasyarakatan. Diantaranya dalam sosial kemsyarakatan dan kesehatan,
Aisyiyah selalu berperan aktif dalam ketiganya. Yang terlihat sampai sekarang
dalam menanggulangi penyakit TB dan HIV yang baru-baru ini mendapatkan rekor
MURI dalam program ketuk 17.000 pintu oleh para kadernya. Untuk hal ini mari
kita tengok Aisyiyah Lampung Selatan.
Program ketuk 17.000 pintu ini mensosialisasikan bahaya
penyakit TB yang ada di Indonesia pada umumnya dan di Kabupaten Lampung Selatan
pada khususnya. Program tersebut selain mendata, melakukan pemasangan stiker
juga memberikan brosur tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit TB. Salah
satu kader
Salah satunya adalah Ibu Siti Zubaedah, yang sudah aktif
selama 3 tahun menjadi kader TB-HIV Care Aisyiyah Lampung Selatan. Kesempatan ketuk
pintu ini selain mensosialisasikan bahaya penyakit TB, program ini menjadi
kesempatan kader untuk mencari terduga TB. Dalam melaksankan tugas ini
dibutuhkan kesungguhan dan kerja ikhlas oleh kader.
"Saya memposisikan diri saya seperti seorang petugas
kesehatan meski saya tak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan dan hanya
berbekal keikhlasan sebagai wanita 'Aisyiyah yang memperjuangkan kesehatan di
masyarakat,"ungkap Siti Zubaedah kepada Cendanya.
Mengemban tugas perjuangan sebagai kader TB 'Aisyiyah, ia
mengaku tugas itu menjadi amanah baginya, meski dalam melaksanakan tugas ia
kerap mendapat penolakan dari warga yang terindikasi suspek TB dengan
karakteristik orang yang beragam. Ia bahkan menyebut terkadang ada yang diajak
berobat namun justru menolak bahkan mengusirnya.
Khusus untuk program ketuk 17.000 pintu, Siti Zubaedah
mengungkapkan sesuai tugas bahwa dirinya sebagai kader mengetuk sebanyak 40
rumah, maka untuk wilayah Kecamatan Sragu dengan dua kader berhasil mengetuk 80
pintu/rumah. Selain mengetuk, para kader juga menempelkan stiker di pintu rumah
sebagai bukti bahwa rumah tersebut telah didata dan didatagi kader TB 'Aisyiyah selain itu memberikan brosur brosur
informasi tentang pencegahan dan penanganan penyakit TB. Sementara kader
TB'Aisyiyah lainnya diakui oleh Siti Zubaedah ditugaskan melakukan penyuluhan
di beberapa lembaga pendidikan, lembaga pemasyarakatan dan pesantren.
Sebagai kader TB 'Aisyiyah ia mengaku diwajibkan menjadi
kader yang handal dalam melakukan penyuluhan TB, menemukan orang yang terduga
TB, membawa terduga TB ke Puskesmas, memantau pengobatan sesuai saran petugas
kesehatan, melakukan pendampingan dan pembinaan pengawas menelan obat (PMO)
hingga tahap pencatatan dan pelaporan. Hal tersebut dilakukan untuk
meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Sragi dan
Lampung Selatan pada umumnya.
"Selama beberapa hari kami telah melakukan tugas kami
untuk ketuk 40 pintu dengan harapan program ketuk 17.000 bisa berjalan dengan
baik dan selesai program tersebut bertepatan dengan Hari TB
sedunia,"terang Ibu rumah tangga yang memiliki satu anak laki laki yang
duduk di bangku TK dan suami bekerja sebagai pembuat mebel ini.
Ia mengaku bertugas sebagai kader TB-HIV Care dan sebagai
wanita Aisyiyah dirinya mengaku bahagia bisa terlibat langsung menjadi kader
kesehatan yang bergerak dalam pemberantasan HIV-TB. Khusus di Hari TB
Internasional yang diperingati setiap tanggal 24 Maret tersebut ia bahkan
selalu mengingatkan masyarakat untuk ingat dengan salam "TOSS' yaitu "Temukan-Obati-Sampai
Sembuh". Ia bahkan merasa bahagia jika tugas yang diembannya tersebut
berjalan dengan baik salah satunya ikut mensukseskan program ketuk 17.000 pintu
dan berhasil diselesaikan olehnya dari Minggu (19/3) hingga Kamis sore (23/3)
dan data sebanyak 80 pintu yang telah diketuk, diberi stiker, didata dengan
form A yang diberikan telah dikumpulkannya ke kordinator kabupaten.
Bandar Lampung, Dalam rangka memperingati hari TB sedunia, yang jatuh pada tanggal
24 Maret 2017, SSR TB-HIV ‘Aisyiyah Kota
Bandar Lampung menggelar kegiatan “Aksi Ketuk Pintu” Dan Menyapa Pasar Tradisional. dengan tema
“Gerakan Masyarakat Menuju
Indonesia Bebas Tuberkulosis.”
Kegiatan Ketuk Pintu dilaksanakan di 19 puskesmas yang tersebar
di wilayah 14 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada di Kota Bandar Lampung dengan
melibatkan 57 kader TB ‘Aisyiyah yang masing-masing
Kader mengetuk 40 pintu dengan didampingi petugas kesehatan dan berkordinasi dengan
Lurah masing-masing, sedangkan kegiatan menyapa pasar tradisional melibatkan 12
kader dan didampingi 2 orang petugas Puskesmas Simpur, dilaksanakan dipasar Pasir
gintung dan pasar Tamin.
Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Ketua Komisi IV DPRD Kota
Bandar Lampung, Pimpinan Daerah Muhammadiyah serta Ketua Pimpinan Daerah
‘Aisyiyah Kota Bandar Lampung turut melepas Kader yang akan melaksanakan kegiatan tersebut.
Untuk menjalin keakraban antar Dinas Kesehatan dan SSR TB-HIV
‘Aisyiyah Bandar Lampung, diadakan senam bersama di halaman kantor Dinas Kesehatan
pada acara puncak tanggal 24 Maret 2017.
Ketuk pintu dan grebek pasar terbukti ampuh menemukan mereka
yang terduga TB dan Pasien TB. Sepanjang
bulan Maret 2017 ini SSR TB-HIV ‘Aisyiyah Kota Bandar Lampung menemukan 808
orang terduga TB dan 60 Postif Pasien TB.
SSR TB-HIV ‘Aisyiyah Kota Bandar Lampung menyerahkan Laporan Kegiatan
TB Day kepada Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung pada Tanggal 29 Maret 2017
sekaligus penandatanganan MoU Penanggulangan TB-HIV. Laporan juga diserah kan kepada
Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Provinsi Lampung .
Kontributor: Pristi Wahyu Diawati, SE
(koordinator SSR TB-HIV Care 'Aisyiyah Bandar Lampung)Thursday, 6 April 2017
23:17
Unknown
Berita
No comments
Kalianda, Hari Tuberculosis (TB) se-Dunia atau Word TB
Day yang diperingati tiap 24 Maret, dijadikan momentum oleh Pimpinan Daerah
‘Aisyiyah Lampung Selatan untuk merefleksikan gerakan terhadap penaggulangan
penyakit menular tersebut, dan bertekad terus bergerak menjalankan misi
kemanusiaan untuk memutus mata rantai TB demikian disampaikan oleh Hj. Suparti,
S.Pd. selaku ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Lampung Selatan.Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Lampung selatan melalui majelis Kesehatan telah berkiprah di masyarakat dalam bidang kesehatan dan mulai tahun 2014 berjibaku dalam penanggulangan TB melalui Program Sub Sub Recipient (SSR) Community TB HIV Care ‘Aisyiyah Kabupaten Lampung Selatan yang dipimpin oleh Hj. Titik Sutriningsih, S.E., M.M. sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Lampung Selatan bidang Ekonomi dan Kesehatan, mulai tahun 2016 tidak hanya penanggulangan TB danTB MDR yg mengkhawatirkan itu,tetapi juga penanggulangan TB-HIV.
Untuk merespons ini, masyarakat yang
tergabung dalam SSR Community TB HIV Care ‘Aisyiyah Lampung Selatan menjadikan momen TB Day 2017 untuk terus
memompakan semangat dalam memberantas TB. Bagi organisasi perempuan
Muhammadiyah ini, negeri yang aman dan makmur belum akan tercapai bila TB masih
merajalela di tengah masyarakat. Upaya memberantas TB adalah bagian dari sebuah
misi kemanusiaan ‘Aisyiyah dalam menjadikan masyarakat Indonesia dan juga dunia
menjadi sejahtera.
Sumber: Kegiatan Test VST dan Test SPS
Kader sapa Pedagang di Pasar
Selanjutnya Hj. Titik Sutriningsih, S.E., M.M. yang didampingi Rudi Hartono, S.E., M.M. selaku Ketua Program SSR Community TB HIV Care ‘Aisyiyah Lampung Selatan menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah upaya Mensosialisasi Dan Mengedukasi Masyarakat Tentang BAHAYA TUBERKULOSIS Merupakan Penyakit Menular Yang Paling Mudah Penularannya, Agar Masyarakat Memahami Hal Ini Sehingga Dengan Sukarela Bersedia Mengubah Pola Hidup Mereka Menuju Pola Hidup Sehat Guna Menekan Laju Penularan Penyakit Ini Dan Memutus Mata Rantai TB.
Kontributor ( Rudi Hartono)
Subscribe to:
Posts (Atom)





























