Friday, 7 April 2017

Kota Agung, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Tanggamus launching Community TB-HIV Care dan Gebyar TB Day (24/3/17), Agenda yang diselenggarakan  di halaman gedung dakwah Muhammadiyah Kota Agung ini dihadiri Wakil Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I yang sekalilgus meresmikan Lounching Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah, turut hadir Dra. Hj. Siti Munawaroh Harun dari Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Propinsi Lampung selaku kepala SR Lampung dan dari berbagai dinas dan ormas diantaranya Dinas kesehatan, Dinas Sosial, Dinas BPKAD, Ketua DPRD Kab. Tanggamus, Ketua Tim PKK, serta organisasi kemasyarakatan seperti KNPI, NU, Muslimat NU, Fathayat NU, LDII,  LPM, GOW dan Organisasi Otonom Muhammadiyah.

Acara tersebut mengambil tema Gerakan Masyarakat Indonesia Bebas TB dengan slogan TOSS TB (Temukan TB Obati Sampai Sembuh) merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap peringatan Hari TB Sedunia, yang dimulai dengan kegiatan “Aksi Ketuk Pintu, Pawai Budaya, Bazar dan lomba mewarnai siswa/siswi TK se-Kota Agung.

Dra. Mardiana (ketua PDA Tanggamus) mengajak semua elemen baik pemerintah maupun swasta untuk memerangi dan memberantas penyakit TB, beliau  menyampaikan dalam sambutannya bahwa  dalam rangka kegiatan “Ketuk 17.000 Pintu” dilakukan oleh 48 kader TB ‘Aisyiyah, dari tgl 15-23 Maret 2017 telah berhasil mengetuk 1.920 pintu, dalam kegiatan tersebut kader lakukan edukasi dan skrining kepada masyarakat di 8 kecamatan, diantarnya kecamatan Pugung, kecamatan, talang padang, kecamatan Pulau panggung, Kecamatan Sumberejo, kecamatan, Gisting, Kecamatan kota agung timur, kecamatan kota agung dan kecamatan kota agung barat.

Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I  (wakil Bupati Kab. Tanggamus) memaparkan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan serius berupa beban ganda terhadap angka kesakitan. Perubahan gaya hidup masyarakat ditengarai menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi) dalam 30 tahun terakhir. Pada era 1990-an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Tuberkulosis (TBC), dan Diare. Sumber daya yang dibutuhkan untuk mengobati  penykit tersebut selain membutuhkan biaya tinggi juga membutuhkan waktu yang panjang. Beliau mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh ‘Aisyiyah Tanggamus sebagai Gerakan Wanita Muhammadiyah yang telah melakukan pembinaan kader TB untuk bersama-sama pemerintah melakukan penanggulangan TB, dan mengajak kepada  Dinas Kesehatan, Pimpinan DPRD untuk meningkatkan serta berperan aktif dalam penanggulangan TB di Kabupaten Tanggamus.


Melalui kegiatan puncak TB Day ini juga dilakukan Penandatanganan MoU tentang Komitmen bersama penanggulangan TB di kabupaten Tanggamus antara  Dinas kesehatan dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Tanggamus,


Kontributor : David (Kordinator SSR Tanggamus)

0 comments:

Post a Comment