Kota Agung, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Tanggamus launching Community TB-HIV Care dan Gebyar TB Day (24/3/17), Agenda yang diselenggarakan di halaman gedung dakwah Muhammadiyah Kota Agung ini dihadiri Wakil Bupati Tanggamus Hi.
Samsul Hadi, M.Pd.I yang sekalilgus meresmikan Lounching Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah, turut hadir Dra.
Hj. Siti Munawaroh Harun dari Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Propinsi
Lampung selaku kepala SR Lampung dan dari berbagai dinas dan ormas diantaranya
Dinas kesehatan, Dinas Sosial, Dinas BPKAD, Ketua DPRD Kab. Tanggamus, Ketua Tim PKK, serta
organisasi kemasyarakatan seperti KNPI, NU, Muslimat NU, Fathayat NU, LDII, LPM, GOW dan Organisasi Otonom Muhammadiyah.
Acara tersebut mengambil tema “Gerakan Masyarakat Indonesia Bebas TB” dengan slogan TOSS TB (Temukan TB Obati Sampai Sembuh) merupakan suatu
bentuk apresiasi terhadap peringatan Hari TB Sedunia, yang dimulai dengan kegiatan “Aksi
Ketuk Pintu, Pawai Budaya, Bazar dan lomba mewarnai siswa/siswi TK se-Kota
Agung.
Dra. Mardiana (ketua PDA Tanggamus) mengajak semua elemen baik pemerintah maupun swasta untuk memerangi dan
memberantas penyakit TB, beliau menyampaikan dalam sambutannya bahwa dalam rangka kegiatan “Ketuk 17.000 Pintu” dilakukan oleh 48 kader TB ‘Aisyiyah, dari tgl 15-23 Maret 2017 telah
berhasil mengetuk 1.920 pintu, dalam kegiatan tersebut kader lakukan edukasi dan skrining kepada masyarakat di 8 kecamatan, diantarnya kecamatan Pugung,
kecamatan, talang padang, kecamatan Pulau panggung, Kecamatan Sumberejo,
kecamatan, Gisting, Kecamatan kota agung timur, kecamatan kota agung dan
kecamatan kota agung barat.
Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I (wakil Bupati
Kab. Tanggamus) memaparkan bahwa Indonesia
tengah menghadapi tantangan serius berupa beban ganda terhadap angka kesakitan.
Perubahan gaya hidup masyarakat ditengarai menjadi salah satu penyebab
terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi) dalam 30 tahun
terakhir. Pada era 1990-an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah
penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Tuberkulosis
(TBC), dan Diare. Sumber daya yang
dibutuhkan untuk mengobati penykit
tersebut selain membutuhkan biaya tinggi juga membutuhkan waktu yang panjang. Beliau mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh
‘Aisyiyah Tanggamus sebagai Gerakan Wanita Muhammadiyah yang telah melakukan
pembinaan kader TB untuk bersama-sama pemerintah melakukan penanggulangan TB, dan mengajak
kepada Dinas Kesehatan, Pimpinan DPRD untuk
meningkatkan serta berperan aktif dalam penanggulangan TB di Kabupaten
Tanggamus.
Melalui kegiatan puncak TB Day ini juga dilakukan Penandatanganan MoU tentang Komitmen bersama penanggulangan TB di
kabupaten Tanggamus antara Dinas kesehatan dan
Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Tanggamus,
Kontributor : David (Kordinator SSR Tanggamus)



0 comments:
Post a Comment