Bandar
Mataran, Sahroni (27) seorang pemuda tinggal di Kampung Mataram Udik, Kecamatan
Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Propinsi Lampung. Karena tempat
tinggal yang jauh dari kota kecamatan sehingga kurang memahami apa itu Tuberkolosis
(TB). Bahkan tidak tahu kalau dirinya sendiri terkena TB paru.
Sahroni (sebelah kanan
Badannya semakin
kurus, wajah terlihat pucat dan tidak bertenaga. keluarga baru tahu setelah 3
bulan menderita penyakit TB. Keterlambatan inilah yang membuat badan kurus dan
tidak bisa berjalan tanpa di bantu Ibunya, setelah di antar kader KMP TB Lampung untuk di cek dahaknya oleh
petugas kesehatan Puskesmas Jatidatar. Dari pihak keluarga merasa malu karena
penyakit TB dianggap sebagai aib bagi keluarganya.
Sahroni (berbaring)
Setelah
menjalani pengobatan dan dinyatakana sembuh pada bulan Desember 2016,
keluarganya merasa bahagia karena apa yang diupayakan untuk membantu dan menyembuhkan penyakit yang diderita sahroni berjalan dengan baik. “Selama
pengobatan, Sahroni mengikuti proses pengobatan sesuai prosedur bagi penderita
TB secara benar sampai di nyatakan
sembuh oleh petugas kesehatan”, kata Amini (50) ibunya yang sekaligus sebagai Pengawas
Menelan Obat (PMO).
Beliau
menambahkan (Amini), sekarang anak saya mengalami kemajuan pesat bisa
beraktifitas seperti semula, berat badan naik, dan kini dia bisa bekerja
membantu keluarganya. Saya mengucapkan terimakasih atas apa yang telah
dilakukan oleh Kader KMP TB Lampung dan petugas kesehatan Puskesmas Jatidatar
yang selalu memberikan motivasi saya (sahroni)
sehingga sekarang terbebas dari TB. “Good by TB”
Kontributor : Nurhadi (Koordinator SSR KMP TB Lampung)




0 comments:
Post a Comment