Friday, 7 April 2017


Bandar Mataran, Sahroni (27) seorang pemuda tinggal di Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Propinsi Lampung. Karena tempat tinggal yang jauh dari kota kecamatan sehingga kurang memahami apa itu Tuberkolosis (TB). Bahkan tidak tahu kalau dirinya sendiri terkena TB paru. 

Sahroni (sebelah kanan
Badannya semakin kurus, wajah terlihat pucat dan tidak bertenaga. keluarga baru tahu setelah 3 bulan menderita penyakit TB. Keterlambatan inilah yang membuat badan kurus dan tidak bisa berjalan tanpa di bantu Ibunya, setelah di antar kader KMP TB Lampung untuk di cek dahaknya oleh petugas kesehatan Puskesmas Jatidatar. Dari pihak keluarga merasa malu karena penyakit TB dianggap sebagai aib bagi keluarganya.
Sahroni (berbaring)
Setelah menjalani pengobatan dan dinyatakana sembuh pada bulan Desember 2016, keluarganya merasa bahagia karena apa yang diupayakan  untuk membantu dan menyembuhkan penyakit  yang diderita sahroni berjalan dengan baik. “Selama pengobatan, Sahroni mengikuti proses pengobatan sesuai prosedur bagi penderita TB secara benar  sampai di nyatakan sembuh oleh petugas kesehatan”, kata Amini (50) ibunya yang sekaligus sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO).

Beliau menambahkan (Amini), sekarang anak saya mengalami kemajuan pesat bisa beraktifitas seperti semula, berat badan naik, dan kini dia bisa bekerja membantu keluarganya. Saya mengucapkan terimakasih atas apa yang telah dilakukan oleh Kader KMP TB Lampung dan petugas kesehatan Puskesmas Jatidatar yang selalu memberikan motivasi  saya (sahroni) sehingga sekarang  terbebas dari TB. “Good by TB”
Kontributor : Nurhadi (Koordinator SSR KMP TB Lampung)

0 comments:

Post a Comment