Saturday, 29 April 2017

SR Lampung mengadakan Rapat Koordinasi DC (Data Collection) Se-Lampung yang kabupaten/kota nya terdapat SSR Community TB-HIV Care diantaranya Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Pesawaran, Metro, Tulang Bawang Barat, Tanggamus, Pringsewu dan KMP Sidobinangun Lampung Tengah. Acara diadakan pada hari minggu, 30 April 2017 di Kantor SR Lampung. 


Dalam rakor ini disampaikan bebepa materi tentang Monitoring dan Evaluasi yang disampaikan oleh Fajar Fakhlevi (Staff Monitoring Dan Evaluasi SR Lampung), beberapa diantaranya: 

a. Tujuan M&E
1. panduan pengawasan.
2. memastikan ketercapaian tujuan program.
3. penguatan kapasitas.
4. rencana agar data berkualitas.

b. Indikator Proses.
1. kader/patient Supporter yang dilatih.
2. Tokoh agama yang dilatih.
3. KMP yang terbentuk.
4. Jumlah RS / Puskesmas yang bekerjasama.
5. Jumlah Kader yang aktif mencari suspek-pasien TB.
6. jumlah suspek yang datang mandiri ke puskesmas.

c.Indikator output

1. advokasi untuk mendukung program TB
2. Pasien TB-MDR yang didukukng oleh 'Aisyiyah
3. Proporsi Pasien TB yang di tes HIV-AIDS
4. Menurunkan angka drop-out di RS
5. Pencapaian Suspek
6. Kasus TB (semua Tipe)
7. Keberhasilan Pengobatan

Pemberian wawasan tentang monitor dan evaluasi pada DC dengan harapan DC tidak hanya dapat mengolek data, tetapi juga dapat mengetahui cara dan teknik dalam memonitor serta mengevaluasi kinerja.

Selain konten materi yang diberikan, Fajar mencontohkan beberapa cara menemukan masalah beberapa daerah yang target capaian tidak tercapai. ketika masalah ditemukan, diharapkan DC dapat menemukan solusi sehingga capaian dapat tercapai secara maksimal.



Tuesday, 11 April 2017



Pringsewu, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Pringsewu launching Community TB-HIV Care dan Gebyar TB Day (9/4/17), Agenda yang diselenggarakan  di gedung Pendopo Kabupaten Pringsewu ini dihadiri Pejabat Bupati Pringsewu Drs. Yudha Setiawan, MM. yang sekalilgus meresmikan Lounching Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah, turut hadir Dra. Hj. Siti Munawaroh Harun dari Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Propinsi Lampung selaku kepala SR Lampung dan dari berbagai dinas dan ormas diantaranya Dinas kesehatan, Ketua Tim PKK, serta organisasi kemasyarakatan seperti KNPI, GOW, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Organisasi Otonom Muhammadiyah Kabupaten Pringsewu.


 Acara tersebut mengambil tema Gerakan Masyarakat Indonesia Bebas TB dengan slogan TOSS TB (Temukan TB Obati Sampai Sembuh). Rangkaian peringatan Hari TB Sedunia, yang dimulai dengan kegiatan “Aksi Ketuk Pintu, Bazar, dan Jalan Sehat yang diikuti seluruh Amal Usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah kabupaten Pringsewu.

Dra. Hj. Umi Kursiati, M.Pd. (ketua PDA Pringsewu) mengajak semua elemen baik pemerintah maupun swasta untuk mendukung program penanggulangan TB, beliau  menyampaikan dalam sambutannya bahwa  dalam rangka kegiatan Hari TB sedunia ‘Aisyiyah Kabupaten Pringsewu ikut menyukseskan kegiatan  “Ketuk 17.000 Pintu” yang dicanangkan Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Propinsi Lampung yang dilakukan oleh 48 kader TB ‘Aisyiyah, dari tgl 18-23 Maret 2017 telah berhasil mengetuk 1.920 pintu, dalam kegiatan tersebut kader lakukan edukasi dan skrining kepada masyarakat di 9 kecamatan. beliau menambahkan bahwa peran Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Kabupaten Pringsewu untuk meningkatkan angka penemuan kasus dan angka kesembuhan pasien TB di Unit Pelayanan Kesehatan pemerintah dan swasta, yaitu dengan melakukan penyuluhan, penemuan terduga, mendampingi pemeriksaan dahak serta membimbing pasien TB secara mental dan spiritual untuk mempunyai motivasi sehat dengan minum obat teratur dan periksa ke UPK sampai sembuh.

Dalam pengarahannya Dra. Hj. Siti Munawaroh Harun menyampaikan peringatan HTBS tahun 2017 mengambil tema Gerakan Masyarakat menuju Indonesia bebas TB dengan Aksi Temukan Tuberkulosis obati sampai sembuh, adalah merupakan gerakan masyarakat dalam rangka intervensi secara aktif dan massif, yang dilakukan secara bersama-sama guna meningkatkan kesadaran terkait penanggulangan TB. Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Propinsi Lampung telah melakukan aksi ketuk 17.000 yang dilakukan oleh 426 kader di 10 SSR yaitu: Kota Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, Lampung Tengah, Lampung Timur, Tulang Bawang Barat, KMP Sidobinangun, Kota Metro, Pringsewu dan Tanggamus. Dan kegiatan pendamping dalam HTBS kali ini adalah: Grebek Pasar, Kampanye TB-HIV, Pemeriksaan VST dan SPS, Dialog Public bersama Ombudsman RI perwakilan Lampung, Ketuk Hati stekholder, Jalan Sehat dan lomba mewarnai.


Drs. Yudha Setiawan, MM.  (Pejabat Bupati Kab. Pringsewu) memaparkan bahwa success-rate pengobatan TB Indonesia telah mencapai angka 90% yang berarti bahwa pasien TB yang diobati Sembilan puluh persen berhasil disembuhkan, dan diharapkan rantai penularan TB dapat diputuskan dan diakhiri. Terkait hal tersebutlah peran Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah kabupaten Pringsewu sangat penting, Pemerintah Kabupaten Pringsewu akan selalu siap kapanpun dan dimanapun untuk mendukung dan men-support Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Kabupaten Pringsewu. Beliau menambahkan mari kita selalu bersinergi, sehingga apa yang menjadi niat baik serta harapan kita bersama bisa tercapai. Untuk memperkuat Gerakan temukan Tuberkulosis dan Obati sampai sembuh pemerintah bersama masyarakat juga telah memulai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan aktifitas utama: meningkatkan aktivitas fisik, meningkatkan prilaku Hidup bersih dan sehat (PHBS), menyediakan pangan sehat dan bergizi, meningkatkan pencegahan dan deteksi dini penyakit, meningkatkan kualitas lingkungan serta meningkatkan edukasi hidup sehat.

Foto : MoU PDA dengan Dinkes Pringsewu


Foto: MoU PDA dengan RS Mitra Husada Pringsewu

Melalui kegiatan puncak TB Day ini juga dilakukan Penandatanganan MoU tentang Komitmen bersama penanggulangan TB di kabupaten Pringsewu antara  Dinas kesehatan dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Pringsewu. Dan MoU antara RS. Mitra Husada dengan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Pringsewu, serta penandatangan petisi dukungan bersama  gerakan masyarakat bebas TB di kabupaten Pringsewu.  


Kontributor : Siti Nurlelawati (Kepala SSR Pringsewu)

Friday, 7 April 2017


Bandar Mataran, Sahroni (27) seorang pemuda tinggal di Kampung Mataram Udik, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, Propinsi Lampung. Karena tempat tinggal yang jauh dari kota kecamatan sehingga kurang memahami apa itu Tuberkolosis (TB). Bahkan tidak tahu kalau dirinya sendiri terkena TB paru. 

Sahroni (sebelah kanan
Badannya semakin kurus, wajah terlihat pucat dan tidak bertenaga. keluarga baru tahu setelah 3 bulan menderita penyakit TB. Keterlambatan inilah yang membuat badan kurus dan tidak bisa berjalan tanpa di bantu Ibunya, setelah di antar kader KMP TB Lampung untuk di cek dahaknya oleh petugas kesehatan Puskesmas Jatidatar. Dari pihak keluarga merasa malu karena penyakit TB dianggap sebagai aib bagi keluarganya.
Sahroni (berbaring)
Setelah menjalani pengobatan dan dinyatakana sembuh pada bulan Desember 2016, keluarganya merasa bahagia karena apa yang diupayakan  untuk membantu dan menyembuhkan penyakit  yang diderita sahroni berjalan dengan baik. “Selama pengobatan, Sahroni mengikuti proses pengobatan sesuai prosedur bagi penderita TB secara benar  sampai di nyatakan sembuh oleh petugas kesehatan”, kata Amini (50) ibunya yang sekaligus sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO).

Beliau menambahkan (Amini), sekarang anak saya mengalami kemajuan pesat bisa beraktifitas seperti semula, berat badan naik, dan kini dia bisa bekerja membantu keluarganya. Saya mengucapkan terimakasih atas apa yang telah dilakukan oleh Kader KMP TB Lampung dan petugas kesehatan Puskesmas Jatidatar yang selalu memberikan motivasi  saya (sahroni) sehingga sekarang  terbebas dari TB. “Good by TB”
Kontributor : Nurhadi (Koordinator SSR KMP TB Lampung)

Kota Agung, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Tanggamus launching Community TB-HIV Care dan Gebyar TB Day (24/3/17), Agenda yang diselenggarakan  di halaman gedung dakwah Muhammadiyah Kota Agung ini dihadiri Wakil Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I yang sekalilgus meresmikan Lounching Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah, turut hadir Dra. Hj. Siti Munawaroh Harun dari Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Propinsi Lampung selaku kepala SR Lampung dan dari berbagai dinas dan ormas diantaranya Dinas kesehatan, Dinas Sosial, Dinas BPKAD, Ketua DPRD Kab. Tanggamus, Ketua Tim PKK, serta organisasi kemasyarakatan seperti KNPI, NU, Muslimat NU, Fathayat NU, LDII,  LPM, GOW dan Organisasi Otonom Muhammadiyah.

Acara tersebut mengambil tema Gerakan Masyarakat Indonesia Bebas TB dengan slogan TOSS TB (Temukan TB Obati Sampai Sembuh) merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap peringatan Hari TB Sedunia, yang dimulai dengan kegiatan “Aksi Ketuk Pintu, Pawai Budaya, Bazar dan lomba mewarnai siswa/siswi TK se-Kota Agung.

Dra. Mardiana (ketua PDA Tanggamus) mengajak semua elemen baik pemerintah maupun swasta untuk memerangi dan memberantas penyakit TB, beliau  menyampaikan dalam sambutannya bahwa  dalam rangka kegiatan “Ketuk 17.000 Pintu” dilakukan oleh 48 kader TB ‘Aisyiyah, dari tgl 15-23 Maret 2017 telah berhasil mengetuk 1.920 pintu, dalam kegiatan tersebut kader lakukan edukasi dan skrining kepada masyarakat di 8 kecamatan, diantarnya kecamatan Pugung, kecamatan, talang padang, kecamatan Pulau panggung, Kecamatan Sumberejo, kecamatan, Gisting, Kecamatan kota agung timur, kecamatan kota agung dan kecamatan kota agung barat.

Hi. Samsul Hadi, M.Pd.I  (wakil Bupati Kab. Tanggamus) memaparkan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan serius berupa beban ganda terhadap angka kesakitan. Perubahan gaya hidup masyarakat ditengarai menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi) dalam 30 tahun terakhir. Pada era 1990-an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Tuberkulosis (TBC), dan Diare. Sumber daya yang dibutuhkan untuk mengobati  penykit tersebut selain membutuhkan biaya tinggi juga membutuhkan waktu yang panjang. Beliau mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh ‘Aisyiyah Tanggamus sebagai Gerakan Wanita Muhammadiyah yang telah melakukan pembinaan kader TB untuk bersama-sama pemerintah melakukan penanggulangan TB, dan mengajak kepada  Dinas Kesehatan, Pimpinan DPRD untuk meningkatkan serta berperan aktif dalam penanggulangan TB di Kabupaten Tanggamus.


Melalui kegiatan puncak TB Day ini juga dilakukan Penandatanganan MoU tentang Komitmen bersama penanggulangan TB di kabupaten Tanggamus antara  Dinas kesehatan dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Tanggamus,


Kontributor : David (Kordinator SSR Tanggamus)

Bertempat dihalaman sekolah SMP Muhammadiyah Gedong Tataan,beratapkan tenda seadanya, beralaskan tikar dan karpet tipis, dengan semangat gempita 360 peserta yang masih kanak-kanak tersebut begitu semangat mereka mengikuti lomba mewarnai yang diadakan oleh SSR TB-HIV Care Aisyiyah Pesawaran. Berangkat dari rumah mereka mempunyai tujuan yang sama pastinya. Yaitu mengikuti lomba dan memenangkanya. Walaupun tidak mungkin semuanya mendapatkan juara,mereka tetap tak gentar untuk mewarnai dengan sebaik mungkin.

Anak-anak TK mengikuti lomba mewarnai

Ketika ditanya oleh MC “Siapa yang ingin jadi juara” Semua anak-anak menjawab dengan kompak “Saya...!!!” si MC bertanya kembali  “Siap jadi juara..” kembali anak-anak menjawab “siap” dengan kompaknya. Lucunya tingkah anak-anak yang itu, ditambah melihat keseriuasan dicampur dengan candaan anak-anak tersebut,membuat gemas orang-orang yang melihat untuk meramaikan acara tersebut. Anak-anak TK tersebut  ada yg di damping oleh Ibu,Ayah,Guru,Kakak bahkan kakeknyapun mendampingi. Terlihat kasih karena takut telat mungkin, bahkan anak-anak ada yang sarapan di lokasi lomba dan disuapi oleh kakeknya. Banyak hal yang menarik memang di arena tersebut.

Seorang kakek sedang menyuapi cucunya.

Acara ini selain untuk melatih motorik anak, ini dapat melatih kejujuran,konsentrasi dan bersosial. Selain itu lomba ini melatih mental para peserta lomba. Mereka tidak boleh di ajari oleh pendampingnya. Pendamping tidak boleh mendekati peserta, mereka hanya boleh berada di pinggir tenda.  Agar acara tersebut lebih efektif, ditengah-tengah lomba, para orang tua diberitahu tentang bahaya TB dan HIV serta menanggulanginya.


Setelah waktu habis, peserta harus mengumpulkan hasilnya. Sembari menunggu pengumuman dari juri siapa pemenangnya, MC  memberikan games kepada peserta dan memberikan candaan kepada mereka. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Yups.. pengumuman juara. Jreng.. jreng... Juara 3.. si MC memberikan pengumuman dari yang juara 3 dahulu. Berikut nama juara dan asal sekolahnya :

Juara 1 : Raihan hayati (TK PGRI Pesawaran )
Juara 2 : Alfatih Najmutamam 9 (TK Almuttaqin)
Juara 3 : Fairus Algasta (TK M. Ulum)

Pemenangnyapun pulang membawa hadiah dan piala. Wajahnya terlihat senang gembira, orangtuanya begitu bangga dengan prestasi anaknya. Acarapun berjalan sukses tanpa ada yang protes atas hasil yang ada.


Community TB-HIV Care Lampung telah sukses melaksanakan program ketuk 17.000 Pintu, kesuksesan itu tak lepas dari kerja keras,kerja cerdas dan juga kerja ikhlas para pelaksana programnya. Salah satunya adalah SSR Lampung Selatan yang telah sukses melaksankan program tersebut. Sebanyak 1.360 pintu rumah telah diketuk dan diberikan penjelasan mengenai bahayanya TB dan HIV. 

Program ketuk pintu ini dilaksankan oleh 34 kader yang ada di lampung Selatan.  Para kader  tersebut tersebar di 96 desa dari 11 kecamatan di Lampung Selatan. Para kader tak kenal lelah dalam mensukseskan program tersebut. Panas dan hujan dilalui,tak jarang para kaderpun menemui penolakan dalam melaksanakan tugasnya. Tetapi mereka tetap semangat demi tugas yang telah diamanahinya. 

Kordinator pelaksana SSR LAMSEL pun memberikan aplous kepada kader yang telah melaksankan program ini dengan semangat dan ikhlas. Rudi sebagai Kordinator program mengatakan “ Saya salut dengan kerja kader yang selalu semangat dalam melaksankan program ini, sehingga suksesnya dalam mewujudkan ketuk 17.000 pintu”. 

Selain para kader-kader tangguh, tentu tak lepas dari para pelaksana programnya dong.. mari kita berkenalan dengan para ranger SSR lampung Selatan. Kita mulai dari Kepala SSR Lampung Selatan, namanya Hj. Titik Sutriningsih, SE.,MM, umurnya 45 tahun. Nah untuk kordinatornya bernama Rudi hartono,SE.,MM, beliau berumur 33 tahun, sedangkan staf financenya adalah Nia Anggaraini, mbk Nia ini umurnya 26 tahun loh. sedangkan untuk staf DC bernama Eko Ma’mur Ridho, SE, nah kalau mas Eko merupakan pelaksana paling muda di Lampung Selatan, umurnya baru 23 tahun.  Mereka kompak banget loh..,, Smpai-sampai gelar sarjananyapun sama, semua Sarjana Ekonomi. Hehe.

Kiri baju pendek Rudi Hartono (Kord Pelaksana), Nia Anggraini (Staef Financ), Hj.Titik Sutriningsih (Kepala SSR), Eko Ma'mur Ridho (Staf DC)
Kiri baju pendek Rudi Hartono (Kord Pelaksana), Nia Anggraini (Staef Financ),
Hj.Titik Sutriningsih (Kepala SSR), Eko Ma'mur Ridho (Staf DC)

Tanpa kerja keras,cerdas dan ikhlas, rasanya sulit untuk mencapai kesuksesan. Butuh orang-orang yg terbuka hati dan fikiranya dalam melaksankan tugas ini. Dan mereka diantaranya orang-orang yang bertekat terus peduli dengan TB dan HIV. Mereka sudah peduli, kamu...? yuk bersama kami bebaskan Indonesia dari TB. TB BISA DISEMBUHKAN HIV BISA DIKENDALIKAN. 


Aisyiyah yang merupakan salah satu organisasi otonom dari muhammadiyah yang begitu banyak kiprahnya dalam bidang pendidikan,kesehatan,ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Diantaranya dalam sosial kemsyarakatan dan kesehatan, Aisyiyah selalu berperan aktif dalam ketiganya. Yang terlihat sampai sekarang dalam menanggulangi penyakit TB dan HIV yang baru-baru ini mendapatkan rekor MURI dalam program ketuk 17.000 pintu oleh para kadernya. Untuk hal ini mari kita tengok Aisyiyah Lampung Selatan.

Program ketuk 17.000 pintu ini mensosialisasikan bahaya penyakit TB yang ada di Indonesia pada umumnya dan di Kabupaten Lampung Selatan pada khususnya. Program tersebut selain mendata, melakukan pemasangan stiker juga memberikan brosur tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit TB. Salah satu kader

Salah satunya adalah Ibu Siti Zubaedah, yang sudah aktif selama 3 tahun menjadi kader TB-HIV Care Aisyiyah Lampung Selatan. Kesempatan ketuk pintu ini selain mensosialisasikan bahaya penyakit TB, program ini menjadi kesempatan kader untuk mencari terduga TB. Dalam melaksankan tugas ini dibutuhkan kesungguhan dan kerja ikhlas oleh kader.


"Saya memposisikan diri saya seperti seorang petugas kesehatan meski saya tak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan dan hanya berbekal keikhlasan sebagai wanita 'Aisyiyah yang memperjuangkan kesehatan di masyarakat,"ungkap Siti Zubaedah kepada Cendanya.
Mengemban tugas perjuangan sebagai kader TB 'Aisyiyah, ia mengaku tugas itu menjadi amanah baginya, meski dalam melaksanakan tugas ia kerap mendapat penolakan dari warga yang terindikasi suspek TB dengan karakteristik orang yang beragam. Ia bahkan menyebut terkadang ada yang diajak berobat namun justru menolak bahkan mengusirnya.

Khusus untuk program ketuk 17.000 pintu, Siti Zubaedah mengungkapkan sesuai tugas bahwa dirinya sebagai kader mengetuk sebanyak 40 rumah, maka untuk wilayah Kecamatan Sragu dengan dua kader berhasil mengetuk 80 pintu/rumah. Selain mengetuk, para kader juga menempelkan stiker di pintu rumah sebagai bukti bahwa rumah tersebut telah didata dan didatagi kader TB  'Aisyiyah selain itu memberikan brosur brosur informasi tentang pencegahan dan penanganan penyakit TB. Sementara kader TB'Aisyiyah lainnya diakui oleh Siti Zubaedah ditugaskan melakukan penyuluhan di beberapa lembaga pendidikan, lembaga pemasyarakatan dan pesantren.

Sebagai kader TB 'Aisyiyah ia mengaku diwajibkan menjadi kader yang handal dalam melakukan penyuluhan TB, menemukan orang yang terduga TB, membawa terduga TB ke Puskesmas, memantau pengobatan sesuai saran petugas kesehatan, melakukan pendampingan dan pembinaan pengawas menelan obat (PMO) hingga tahap pencatatan dan pelaporan. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Sragi dan Lampung Selatan pada umumnya.
"Selama beberapa hari kami telah melakukan tugas kami untuk ketuk 40 pintu dengan harapan program ketuk 17.000 bisa berjalan dengan baik dan selesai program tersebut bertepatan dengan Hari TB sedunia,"terang Ibu rumah tangga yang memiliki satu anak laki laki yang duduk di bangku TK dan suami bekerja sebagai pembuat mebel ini.


Ia mengaku bertugas sebagai kader TB-HIV Care dan sebagai wanita Aisyiyah dirinya mengaku bahagia bisa terlibat langsung menjadi kader kesehatan yang bergerak dalam pemberantasan HIV-TB. Khusus di Hari TB Internasional yang diperingati setiap tanggal 24 Maret tersebut ia bahkan selalu mengingatkan masyarakat untuk ingat dengan  salam "TOSS'  yaitu "Temukan-Obati-Sampai Sembuh". Ia bahkan merasa bahagia jika tugas yang diembannya tersebut berjalan dengan baik salah satunya ikut mensukseskan program ketuk 17.000 pintu dan berhasil diselesaikan olehnya dari Minggu (19/3) hingga Kamis sore (23/3) dan data sebanyak 80 pintu yang telah diketuk, diberi stiker, didata dengan form A yang diberikan telah dikumpulkannya ke kordinator kabupaten.


Bandar Lampung, Dalam rangka memperingati hari TB sedunia, yang jatuh pada tanggal 24 Maret 2017,  SSR TB-HIV ‘Aisyiyah Kota Bandar Lampung menggelar kegiatan “Aksi Ketuk Pintu” Dan Menyapa Pasar Tradisional. dengan tema “Gerakan Masyarakat Menuju Indonesia Bebas Tuberkulosis.” 

Kegiatan Ketuk Pintu dilaksanakan di 19 puskesmas yang tersebar di wilayah 14 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada di Kota Bandar Lampung dengan melibatkan  57 kader TB ‘Aisyiyah yang masing-masing Kader mengetuk 40 pintu dengan didampingi petugas kesehatan dan berkordinasi dengan Lurah masing-masing, sedangkan kegiatan menyapa pasar tradisional melibatkan 12 kader dan didampingi 2 orang petugas Puskesmas Simpur, dilaksanakan dipasar Pasir gintung dan pasar Tamin.

Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Pimpinan Daerah Muhammadiyah serta Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Bandar Lampung turut melepas Kader  yang akan melaksanakan kegiatan tersebut.
Untuk menjalin keakraban antar Dinas Kesehatan dan SSR TB-HIV ‘Aisyiyah Bandar Lampung, diadakan senam bersama di halaman kantor Dinas Kesehatan pada acara puncak tanggal 24 Maret 2017.

Ketuk pintu dan grebek pasar terbukti ampuh menemukan mereka yang terduga TB dan Pasien TB.  Sepanjang bulan Maret 2017 ini SSR TB-HIV ‘Aisyiyah Kota Bandar Lampung menemukan 808 orang terduga TB dan 60 Postif Pasien TB.
SSR TB-HIV ‘Aisyiyah Kota Bandar Lampung menyerahkan Laporan Kegiatan TB Day kepada Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung pada Tanggal 29 Maret 2017 sekaligus penandatanganan MoU Penanggulangan TB-HIV. Laporan juga diserah kan kepada Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Provinsi Lampung .


Kontributor: Pristi Wahyu Diawati, SE 
                          (koordinator SSR TB-HIV Care 'Aisyiyah Bandar Lampung)

Thursday, 6 April 2017



Kalianda, Hari Tuberculosis (TB) se-Dunia atau Word TB Day yang diperingati tiap 24 Maret, dijadikan momentum oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Lampung Selatan untuk merefleksikan gerakan terhadap penaggulangan penyakit menular tersebut, dan bertekad terus bergerak menjalankan misi kemanusiaan untuk memutus mata rantai TB demikian disampaikan oleh Hj. Suparti, S.Pd. selaku ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Lampung Selatan.

Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Lampung selatan melalui majelis Kesehatan telah berkiprah di masyarakat dalam bidang kesehatan dan mulai tahun 2014 berjibaku dalam penanggulangan TB  melalui Program Sub Sub Recipient (SSR) Community TB HIV Care ‘Aisyiyah Kabupaten Lampung Selatan yang dipimpin oleh Hj. Titik Sutriningsih, S.E., M.M. sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Lampung Selatan bidang Ekonomi dan Kesehatan, mulai tahun 2016 tidak hanya penanggulangan TB danTB MDR yg mengkhawatirkan itu,tetapi juga penanggulangan TB-HIV.

Untuk merespons ini, masyarakat yang tergabung dalam SSR Community TB HIV Care ‘Aisyiyah Lampung Selatan menjadikan momen TB Day 2017 untuk terus memompakan semangat dalam memberantas TB. Bagi organisasi perempuan Muhammadiyah ini, negeri yang aman dan makmur belum akan tercapai bila TB masih merajalela di tengah masyarakat. Upaya memberantas TB adalah bagian dari sebuah misi kemanusiaan ‘Aisyiyah dalam menjadikan masyarakat Indonesia dan juga dunia menjadi sejahtera. 


Sumber: Kegiatan Test VST dan Test SPS

Dalam Rangka TB Day SSR Community TB HIV care ‘Aisyiyah Lampung Selatan melakukan 3(tiga) kegiatan antara lain  KETUK PINTU 17.000 rumah guna melaksanakan program TOSS (Temukan Obati Sampai Sembuh)  yang dilakukan oleh para kader yang tesebar di 12 kecamatan di wilayah Lampung Selatan. Kegiatan ketuk pintu ini  sudah dimulai sejak tanggal 17-23 Maret 2017 dengan tujuan dapat menemukan sebanyak mungkin suspect dan menemukan penderita TB di masyarakat dan segera dilakukan pengobatan secara lengkap dan tuntas hingga sembuh dan pengobatan ini GRATIS. Selain kegiatan ketuk pintu tsb, pada hari sabtu tanggal 1 april 2017 kami juga melaksanakan GREBEK PASAR untuk semua kalangan, Test VCTdan Test SPS diikuti 60 suspect. Test ini merupakan test lanjutan guna mendeteksi penyakit pengikut yang timbul karena penyakit TB di kecamatan Candipuro yang disinyalir pertumbuhan penyakit TB HIV meningkat belakangan ini. Kegiatan Test VCT dan Test SPSdidahului dengan penyuluhan yg kami lakukan bersama Dinas Kesehatan Lampung Selatan Yang dihadiri ibu kristi, bapak  Bambang Riyanto dari RS Bob Bazar, KUPT PUSKES Candipuro bapak Sunardi, serta CAMAT Candipuro bapak WASIDI,S.E.


Kader sapa Pedagang di Pasar

Selanjutnya Hj. Titik Sutriningsih, S.E., M.M. yang didampingi Rudi Hartono, S.E., M.M. selaku Ketua Program SSR Community TB HIV Care ‘Aisyiyah Lampung Selatan menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah upaya Mensosialisasi Dan Mengedukasi Masyarakat Tentang BAHAYA TUBERKULOSIS Merupakan Penyakit Menular Yang Paling Mudah Penularannya, Agar Masyarakat Memahami Hal Ini Sehingga Dengan Sukarela Bersedia Mengubah Pola Hidup Mereka Menuju Pola Hidup Sehat Guna Menekan Laju Penularan Penyakit Ini Dan Memutus Mata Rantai TB.

Kontributor ( Rudi Hartono)


Pesawaran, SSR Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Kabupaten Pesawaran gelar Dialog Publik dan lomba mewarnai untuk siswa/siswi TK ABA se-Kabupaten Pesawaran dalam rangka memperingati TB Day di komplek perguruan Muhammadiyah Gedong Tataan yang dilakukan TB-HIV care Aisiyahi Pesawaran pada Selasa (4/4) kemarin.

dr. Ayla Karyus, M.kes  Kepala bidang Penanggulangan Penyakit dan Masalah Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan mengatakan, kegiatan ini merupakan even yang cukup baik untuk sosialisasi TB-HIV kepada masyarakat dengan harapan masyarakat mau menginformasikan kembali ketika ada keluarga atau pun tetangga yag sedak batuk selain itu  tim TB-HIV care Aisiyah Pesawaran sangat membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi masalah TB-HIV di masyarakat. “Kita mengapresiasi yang dilakukan kader-kader Aisiyah dalam penanggulangan TB-HIV di pesawaran. Karena kegiatan ini sangat membantu dinas kesehatan mengsosialisasikan kepada masyarakat yang  mengalami  sakit TB untuk bisa mengikuti program pengobatan,” ujarnya.

Selain itu Hidayat dari Ombudsman RI Perwakilan Lampung memberikan informasi kepada peserta Dialog Publik untuk tidak takut-takut membuat laporan apa bila di kabupaten pesawaran ada pelayanan publik yang tidak memuaskan kepada ombudsman. Hal ini penting untuk mendapatkan hak pelayanan yang maksimal kepada semua masyarakat.

Sudiyanto,S.Sos (Koordinator Program) menjelaskan bahwa Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Lampung merupakan mitra Dinas Kesehatan Propinsi Lampung dalam penanggulangan TB-HIV, dengan melakukan peran edukasi dan penguatan masyarakat sehingga masyarakat memahami tentang penyakit TB-HIV. Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah propinsi Lampung menerima program penanggulangan TB ini dari The Global Fund (GF) Sejak tahun 2009, sampai saat ini ada 9 kabupaten yang menjadi wilayah garapan yaitu Kab. Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung, Kab. Pesawaran, Kab. Lampung Tengah, Kab. Lampung Timur, Kab. Tulang Bawang Barat, Kota Metro, Kab. Pringsewu dan Kab. Tanggamus. 


Kontributor : (riswanto)

KALIREJO - Sub sub Recipient (SSR) Community TB HIV Care Aisyiyah Lampung Tengah, mengadakan berbagai kegiatan, yang dilaksanakan sejak tanggal 15 Maret hingga 1 April 2017 kemarin. Kegiatan tersebut adalah dalam rangka memperingati Hari TB Sedunia. Adapun kegiatan-kegiatan yang dapat dilaksanakan antara lain, Ketuk Pintu yang juga dilaksanakan secara nasional. Kemudian, Gebyar TK dan SD serta Orasi Kesehatan.
   Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Hasbullah,M.Pd.I,
selaku Koordinator Pelaksana. Dikatakannya bahwa kegiatan Ketuk Pintu,dilakukan oleh para kader yaitu sebanyak 34 kader, dengan target 1.360 pintu yang dilaksanakan di 9 kecamatan. Masing-masing di Kecamatan Kalirejo, Bangunrejo, Sendangagung, Padangratu, Pubian, Selagai lingga,Punggur, Trimurjo dan Kotagajah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada
tanggal 15 hingga 30 Maret 2017.
   Kemudian, pada tanggal 31 Maret dan 1 April 2017, dilaksanakan
kegiatan Gebyar TK dan SD yang bekerjasama dengan SD Muhammadiyah Kalirejo, dengan menggelar bermacam-macam perlombaan, antara lain,Lomba Hafidz Qur’an tingkat TK dan SD, Lomba Deklamasi tingkat TK dan SD, Lomba Mewarnai tingkat TK dan SD, Lomba Dai Cilik tingkat TK dan SD, Lomba Fashion Show tingkat TK dan SD, dan Lomba Senam Sehat Ceria
dengan total 200 peserta.Sedangkan puncak acara yang juga dilaksanakan
pada 1 April 2017 kemarin,adalah Orasi Kesehatan.
   Pada puncak acara peringatan Hari TB Sedunia yang digelar oleh SSR
Community TB HIV Aisyiyah Lampung Tengah tersebut, dihadiri oleh
berbagai pihak, diantaranya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung
Tegah, Camat beserta Forkompimcam Kalirejo, kemudian, PD.Aisyiyah
Lampung Tengah, PC. Muhammadiyah Kalirejo, PC.Aisyiyah Kalirejo,
Kepala Puskesmas Kalirejo, tokoh dan  simpatisan Muhammadiyah, Kader
TB HIV Aisyiyah dan KMP Sidobinangun serta dewan guru TK dan SD yang
ada disekitar Kecamatan Kalirejo.
   Dra. Hj. Zulyana Samba, M.Pd.I, selaku Ketua Majelis Kesehatan,
Pimpinan Daerah Aisyiyah Lampung Tengah, dalam orasinya menyampaikan
bahwa Aisyiyah akan tetap hadir dalam menyelesaikan persolan kesehatan
terutama TB, dan akan mendampingi hingga sembuh karena hal itu adalah
bagian dari lahan dakwah amar makruf nahi munkar.
   Camat Kalirejo, Hi. Bambang Suharyono, M.M, dalam sambutannya
menyampaikan bahwa Tuberkulosis (TB) atau yang dulu dikenal TBC adalah
penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium
tuberculosis). TB bukan disebabkan oleh guna-guna atau
kutukan.Sebagian besar kuman TB menyerang paru-paru, tetapi dapat juga
mengenai organ atau bagian tubuh lainnya, misalnya, tulang, kelenjar,
kulit, dll. Kalirejo sebagai salah satu tempat program Aisyiyah harus
mampu memberikan contoh atau menjadi percontohan untuk kecamatan yang
bebas TB. Oleh karena itu, atas nama pemerintah Kecamatan Kalirejo,
dia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para kader yang
telah melakukan berbagai upaya dalam rangka memberikan pemahaman
kepada masyarakat agar terbebas dari penyakit khususnya TB.
   Ali Mustafa selaku AKMS SR Lampung, menyampaikan bahwa penyakit TB
ini dapat disembuhkan bukan penyakit kutukan apalagi keturunan,
sehingganya masyarakat harus lebih cerdas dalam memahami kesehatan.
Maka Aisyiyah hadir untuk memberikan pemahaman tentang TB kepada
masyarakat, khususnya di Lampung Tengah memiliki 96 kader TB yang
terbagi di 2 SSR satu Aisyiyah dan KMP Sidobinangun, dan untuk
Provinsi Lampung memiliki kader yang tersebar di 9 Kabupaten /Kota.
Menurut Ali, para kader-kader tersebut, adalah sebagai cikal bakal
untuk Lampung bebas dari TB.
   Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah, Hairul
Azman, S. Kep, M.Kes menyampaikan Kabupaten Lampung Tengah memalui
pemerintah daerah akan sangat mendukung program pemberatasan TB,
karena TB ini menjadikan satu penilaian untuk kemajuan daerah.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah, kami merasa
bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh Aisyiyah, dan tentunya
kami sangat mendukung apa yang menjadi program Aisyiyah terutama dalam
penganggulan atau pemberantasan penyakit TB. Dan melalui peringatan
Hari TB Sedunia ini, kiranya dapat kita jadikan momentum untuk kita
bersama dalam rangka menjadikan Lampung Tengah Bebas TB, dengan
komitmen dan kerjasama dari kita semua,” ungkap Hairul.

Kontributor (Hasbullah)