Aisyiyah yang merupakan salah satu organisasi otonom dari
muhammadiyah yang begitu banyak kiprahnya dalam bidang pendidikan,kesehatan,ekonomi
dan sosial kemasyarakatan. Diantaranya dalam sosial kemsyarakatan dan kesehatan,
Aisyiyah selalu berperan aktif dalam ketiganya. Yang terlihat sampai sekarang
dalam menanggulangi penyakit TB dan HIV yang baru-baru ini mendapatkan rekor
MURI dalam program ketuk 17.000 pintu oleh para kadernya. Untuk hal ini mari
kita tengok Aisyiyah Lampung Selatan.
Program ketuk 17.000 pintu ini mensosialisasikan bahaya
penyakit TB yang ada di Indonesia pada umumnya dan di Kabupaten Lampung Selatan
pada khususnya. Program tersebut selain mendata, melakukan pemasangan stiker
juga memberikan brosur tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit TB. Salah
satu kader
Salah satunya adalah Ibu Siti Zubaedah, yang sudah aktif
selama 3 tahun menjadi kader TB-HIV Care Aisyiyah Lampung Selatan. Kesempatan ketuk
pintu ini selain mensosialisasikan bahaya penyakit TB, program ini menjadi
kesempatan kader untuk mencari terduga TB. Dalam melaksankan tugas ini
dibutuhkan kesungguhan dan kerja ikhlas oleh kader.
"Saya memposisikan diri saya seperti seorang petugas
kesehatan meski saya tak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan dan hanya
berbekal keikhlasan sebagai wanita 'Aisyiyah yang memperjuangkan kesehatan di
masyarakat,"ungkap Siti Zubaedah kepada Cendanya.
Mengemban tugas perjuangan sebagai kader TB 'Aisyiyah, ia
mengaku tugas itu menjadi amanah baginya, meski dalam melaksanakan tugas ia
kerap mendapat penolakan dari warga yang terindikasi suspek TB dengan
karakteristik orang yang beragam. Ia bahkan menyebut terkadang ada yang diajak
berobat namun justru menolak bahkan mengusirnya.
Khusus untuk program ketuk 17.000 pintu, Siti Zubaedah
mengungkapkan sesuai tugas bahwa dirinya sebagai kader mengetuk sebanyak 40
rumah, maka untuk wilayah Kecamatan Sragu dengan dua kader berhasil mengetuk 80
pintu/rumah. Selain mengetuk, para kader juga menempelkan stiker di pintu rumah
sebagai bukti bahwa rumah tersebut telah didata dan didatagi kader TB 'Aisyiyah selain itu memberikan brosur brosur
informasi tentang pencegahan dan penanganan penyakit TB. Sementara kader
TB'Aisyiyah lainnya diakui oleh Siti Zubaedah ditugaskan melakukan penyuluhan
di beberapa lembaga pendidikan, lembaga pemasyarakatan dan pesantren.
Sebagai kader TB 'Aisyiyah ia mengaku diwajibkan menjadi
kader yang handal dalam melakukan penyuluhan TB, menemukan orang yang terduga
TB, membawa terduga TB ke Puskesmas, memantau pengobatan sesuai saran petugas
kesehatan, melakukan pendampingan dan pembinaan pengawas menelan obat (PMO)
hingga tahap pencatatan dan pelaporan. Hal tersebut dilakukan untuk
meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Sragi dan
Lampung Selatan pada umumnya.
"Selama beberapa hari kami telah melakukan tugas kami
untuk ketuk 40 pintu dengan harapan program ketuk 17.000 bisa berjalan dengan
baik dan selesai program tersebut bertepatan dengan Hari TB
sedunia,"terang Ibu rumah tangga yang memiliki satu anak laki laki yang
duduk di bangku TK dan suami bekerja sebagai pembuat mebel ini.
Ia mengaku bertugas sebagai kader TB-HIV Care dan sebagai
wanita Aisyiyah dirinya mengaku bahagia bisa terlibat langsung menjadi kader
kesehatan yang bergerak dalam pemberantasan HIV-TB. Khusus di Hari TB
Internasional yang diperingati setiap tanggal 24 Maret tersebut ia bahkan
selalu mengingatkan masyarakat untuk ingat dengan salam "TOSS' yaitu "Temukan-Obati-Sampai
Sembuh". Ia bahkan merasa bahagia jika tugas yang diembannya tersebut
berjalan dengan baik salah satunya ikut mensukseskan program ketuk 17.000 pintu
dan berhasil diselesaikan olehnya dari Minggu (19/3) hingga Kamis sore (23/3)
dan data sebanyak 80 pintu yang telah diketuk, diberi stiker, didata dengan
form A yang diberikan telah dikumpulkannya ke kordinator kabupaten.



0 comments:
Post a Comment