Friday, 7 April 2017

Aisyiyah yang merupakan salah satu organisasi otonom dari muhammadiyah yang begitu banyak kiprahnya dalam bidang pendidikan,kesehatan,ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Diantaranya dalam sosial kemsyarakatan dan kesehatan, Aisyiyah selalu berperan aktif dalam ketiganya. Yang terlihat sampai sekarang dalam menanggulangi penyakit TB dan HIV yang baru-baru ini mendapatkan rekor MURI dalam program ketuk 17.000 pintu oleh para kadernya. Untuk hal ini mari kita tengok Aisyiyah Lampung Selatan.

Program ketuk 17.000 pintu ini mensosialisasikan bahaya penyakit TB yang ada di Indonesia pada umumnya dan di Kabupaten Lampung Selatan pada khususnya. Program tersebut selain mendata, melakukan pemasangan stiker juga memberikan brosur tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit TB. Salah satu kader

Salah satunya adalah Ibu Siti Zubaedah, yang sudah aktif selama 3 tahun menjadi kader TB-HIV Care Aisyiyah Lampung Selatan. Kesempatan ketuk pintu ini selain mensosialisasikan bahaya penyakit TB, program ini menjadi kesempatan kader untuk mencari terduga TB. Dalam melaksankan tugas ini dibutuhkan kesungguhan dan kerja ikhlas oleh kader.


"Saya memposisikan diri saya seperti seorang petugas kesehatan meski saya tak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan dan hanya berbekal keikhlasan sebagai wanita 'Aisyiyah yang memperjuangkan kesehatan di masyarakat,"ungkap Siti Zubaedah kepada Cendanya.
Mengemban tugas perjuangan sebagai kader TB 'Aisyiyah, ia mengaku tugas itu menjadi amanah baginya, meski dalam melaksanakan tugas ia kerap mendapat penolakan dari warga yang terindikasi suspek TB dengan karakteristik orang yang beragam. Ia bahkan menyebut terkadang ada yang diajak berobat namun justru menolak bahkan mengusirnya.

Khusus untuk program ketuk 17.000 pintu, Siti Zubaedah mengungkapkan sesuai tugas bahwa dirinya sebagai kader mengetuk sebanyak 40 rumah, maka untuk wilayah Kecamatan Sragu dengan dua kader berhasil mengetuk 80 pintu/rumah. Selain mengetuk, para kader juga menempelkan stiker di pintu rumah sebagai bukti bahwa rumah tersebut telah didata dan didatagi kader TB  'Aisyiyah selain itu memberikan brosur brosur informasi tentang pencegahan dan penanganan penyakit TB. Sementara kader TB'Aisyiyah lainnya diakui oleh Siti Zubaedah ditugaskan melakukan penyuluhan di beberapa lembaga pendidikan, lembaga pemasyarakatan dan pesantren.

Sebagai kader TB 'Aisyiyah ia mengaku diwajibkan menjadi kader yang handal dalam melakukan penyuluhan TB, menemukan orang yang terduga TB, membawa terduga TB ke Puskesmas, memantau pengobatan sesuai saran petugas kesehatan, melakukan pendampingan dan pembinaan pengawas menelan obat (PMO) hingga tahap pencatatan dan pelaporan. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Sragi dan Lampung Selatan pada umumnya.
"Selama beberapa hari kami telah melakukan tugas kami untuk ketuk 40 pintu dengan harapan program ketuk 17.000 bisa berjalan dengan baik dan selesai program tersebut bertepatan dengan Hari TB sedunia,"terang Ibu rumah tangga yang memiliki satu anak laki laki yang duduk di bangku TK dan suami bekerja sebagai pembuat mebel ini.


Ia mengaku bertugas sebagai kader TB-HIV Care dan sebagai wanita Aisyiyah dirinya mengaku bahagia bisa terlibat langsung menjadi kader kesehatan yang bergerak dalam pemberantasan HIV-TB. Khusus di Hari TB Internasional yang diperingati setiap tanggal 24 Maret tersebut ia bahkan selalu mengingatkan masyarakat untuk ingat dengan  salam "TOSS'  yaitu "Temukan-Obati-Sampai Sembuh". Ia bahkan merasa bahagia jika tugas yang diembannya tersebut berjalan dengan baik salah satunya ikut mensukseskan program ketuk 17.000 pintu dan berhasil diselesaikan olehnya dari Minggu (19/3) hingga Kamis sore (23/3) dan data sebanyak 80 pintu yang telah diketuk, diberi stiker, didata dengan form A yang diberikan telah dikumpulkannya ke kordinator kabupaten.

0 comments:

Post a Comment