Thursday, 2 February 2017

Kebanyakan, orang tak menyadari mengalami gejala TB dan bingung membedakannya dengan penyakit lain karena tak mudah untuk mengenalinya. Padahal, gejala dimulai secara bertahap dan berkembang dalam jangka waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan. Orang sering mengalami satu atau dua gejala ringan dan tak mengenalinya sedini mungkin. Gejala sering tidak muncul sampai penyakit ini berkembang. Mengidentifikasi gejala TB bisa membantu seseorang mencegah komplikasi seperti infeksi PPOK (Penyakit paru Obstruktif Kronik) pada organ tubuh lain. 


Berikut sejumlah tanda dan gejala khas jika orang terkena TB:

  • Batuk. Pada tahap selanjutnya, batuk bisa menghasilkan dahak berwarna abu-abu atau kuning yang bisa bercampur dengan darah
  • Perhatikan penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan.
  • Kelelahan
  • Demam
  • Berkeringat di malam hari adalah salah satu cara tubuh melindungi darpenyakit. Berkeringat di malam hari dapat dimulai dengan demam dan akhirnya menyebabkan keringat berlimpah diikuti oleh menggigil.
  • Panas dingin
  • Kehilangan nafsu makan
  • Amati urine yang berubah warna (kemerahan) atau urine keruh. Ini merupakan gejala yang muncul pada tahap selanjutnya
  • Batuk yang berlangsung tiga minggu atau lebih
  • Batuk darah atau sputum
  • Perhatikan nyeri di dada dan paru-paru, yang bisa menyebabkan sesak napas. Sesak napas itu bisa menyebabkan pusing.

Organ yang Terpengaruh

TB bisa menyerang paru-paru Anda dan bagian organ lainnya.Jika Anda mengalami TB paru, maka tanda dan gejala yang dihadapi

Selain paru-paru, TB bisa mempengaruhi bagian lain dari tubuh Anda, termasuk tulang belakang, ginjal, dan otak. Ketika TB terjadi di luar paru-paru, gejala bervariasi tergantung organ yang terlibat. Misalnya saja TB tulang belakang yang bisa membuat punggung Anda sakit, dan TB ginjal yang bisa menyebabkan urine berdarah. 

Meski TB menular, bukan pekerjaan mudah untuk mengenalinya. Anda lebih mungkin tertular TB dari seseorang yang hidup dengan Anda atau bekerja bersamanya dibanding orang yang tak dikenal. Kebanyakan orang dengan TB aktif yang sudah menjalani terapi obat yang tepat, setidaknya dua minggu sudah tidak lagi menular.

TB tetap menjadi pembunuh utama karena peningkatan dalam obat yang tahan dengan strain bakteri. Sejak antibiotik pertama digunakan untuk melawan TB sejak 60 tahun yang lalu, beberapa kuman TB mengembangkan kemampuannya untuk bertahan hidup. Dan kemampuan itu diteruskan ke keturunannya.

Obat menjadi resisten terhadap TB ketika antibiotik gagal membunuh semua bakteri. Bakteri yang hidup menjadi resisten terhadap obat tertentu dan sering pada antibiotik lainnya.

0 comments:

Post a Comment