Friday, 16 November 2018


tbcare.org - Sabtu 16 November 2018, Aisyiyah yang merupakan salah satu Organisasi Otonom Muhammadiyah mengadakan Capacity Building of CSO Advokasi Skill And Fundrising, Media Campaign. Dalam agenda tersebut CSO (Civil Society Organization) peserta pelatihan diberikan muatan capasitas dalam mengadvokasi kasus TBC-HIV di Bandar Lampung.

Kasus TBC di Bandar Lampung sendiri sampai dengan September 2018 terdapat 843 kasus TBC Paru. Capaian tersebut merupakan signal bahwa Bandar Lampung harus tanggap terhadap penyakit ini. Dalam menanggapi persoalan ini Aisyiyah yang memang aktif menyuarakan penanggulangan TBC di Bandar Lampung menginisiasi Perwali tentang penanggulangan TBC di Bandar Lampung Bersama-sama dengan NGO (Non Governmnet Organization) penggiat TBC dan HIV.



“Jika melihat Perda Kota Bandar Lampung Nomor 03 Tahun 2018 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular, maka dipandang perlu untuk diperkuat dengan lahirnya Perwali. Sehingga pelaksanaan penanggulangan TBC-HIV yang bagian dari penyakit menular dapat maksimal dan alokasi dana penanggulangan TBC-HIV di bandar lampung meninggkat.” Tutur Pristi Wahyu Diawati yang merupakan Koordinator SSR TB Care ‘Aisyiah Bandar Lampung.

Selain peningkatan kapasitas peserta dalam mengadvokasi TBC-HIV, pada Acara tersebut juga diberikan muatan tentang teknik dalam mencari dan menghimpun fundraising dan media kampanye.

“TBC adalah penyakit menular yang dapat menular kesiapa saja. Namun faktanya menunjukkan bahwa pasien TBC kebanyakan dari kalangan menengah kebawah. Sehingga kemampuan menghimpun dana untuk membantu pasien dalam berjuang untuk sembuh dari penyakit TBC dapat dilakukan.” Ujar Dian Sugianto yang merupakan Fasilitator pada kegiatan tersebut.

Media kampanye untuk menyarakan bandar lampung siaga TBC-HIV harus disemarakkan. Kerjasama dengan berbagai media massa, media online dan kampanye melalui media sosial harus terus digalakkan. Karena penanggulangan TBC-HIV adalah tugas kita semua baik Pemerintah Daerah Bandar Lampung, DPRD, dan masyarakat dan juga media masa yang membantu menyarakan penanggulangan TBC-HIV.

Dalam agenda tersebut diundang NGO antara lain Aisyiyah Kota Bandar Lampung, IPI (Ikatan Wanita Positif Indonesia), PKBI, Lembaga Advokasi Perempuan Damar, forum Tuberkolosis Bandar Lampung, KMP TBC Resisten Obat, Organisasi Pasien TBC, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandar Lampung, LPM, dan Komunitas Kebijakan Publik Bandar Lampung.

Agenda tersebut ditutup dengan pembuatan rancangan tindak lanjut pengajuan usulan Perwali kepada Walikota Bandar Lampung.


0 comments:

Post a Comment