Monday, 20 March 2017

Kebanggaan pak wiyono sebagai kader TB Care Aisyiyah Lampung tengah
Pak Wono, panggilan akrab dari Suwono, adalah seorang kader TB Kecamatan Selagai lingga kecamatan ujung bagian Barat Lampung Tengah dengan Geografi yang cukup nyunik serta keadaan alam yang sering mengancam nyawana pak Wono tak pernah pantang menyerah dalam menyelesaikan tugas sebagai kader TB Aisyiyah Lampung Tengah. Pak Wono  merupakan sosok aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di  lingkungannya,  beliau adalah salah satu tokoh masyarakat di kampung Sidoharjo dan menjadi salah satu tokoh politik pada salah satu parati politik.


Pak Wono, yang tinggal yang merupakan penduduk asli dari Sidoharjo yang berbatasan langsung dengan beberapa daerah rawan pembekalan dan beliau adalah dukun sunat dan dukun pijat yang sudah banyak memakan korban sampai sembuh, dan itu menajdai hal yang mudah dalam melakukan penyuluhan sebagai kader TB.


Suami dari ibu Nuruk Khotimah ini harus menepuh beberapa km sehingga ia harus menhantar pasien ynga ditemukan, dengan mengggunakan keadaran bermotor bututnya tetap mengahantarkan dalam berbagai waktu. Jarak yang harus ditempuh lama perjalanan hambil 30 menit dengan kecepatan 60-80 km/jam, dengan melewati beberapa daerah rawat begal tapi hal itu yang menjadi penyemat sendiri oleh pak wono, yang juga banyak kenalan penjahat sehingga membantu dalam penyuluhan dan pencaringan suspek.


Bapak dua anak ini menyampaikan kebanggaanya sebagai kader TB Aisyiyah selain membantu orang yang sakit tapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena kesembuhannya. Ada hal yang merak dari pak Wono ini yaitu setiap pengadaan penyuluhan maka dia akan selalu membawa tokoh masyarakat yang ada, suatu kekita dalam penyuluhan beliau membawa salah satu aparat keamanan yang adalah kepala dengan tujuan bahwa kader TB yang akan dilindungi oleh pihak keamanan. Walaupun kata belaiau, pihak keamanan bingung apa yang disampaikan dan akhirmya memberikan contekan berupa lembar balik dan stiker yang berisi tentang TB.


Selaian itu pak Wono ini sering juga memanfaatkan jamaah yasinan, pos roda, pertemuan balai kampung untuk memberikan pemaparan tentang pengetahuan TB, sampai suatu ketika ada orang sakit apapun meminta tolong kepada pak Wono yang sekali lagi belaiu pak Wono dengan senyum khasnya selalau mengiyakan untuk membantu sampai tuntas. Bahkan sampai hp hilang, kontak motor dan bahakan pernah ketinggalan berkas laporan tetap saja belaiu jalani dengan niata ikhlas dan bernilai Ibadah,


Kehidupan beliau yang sederhana dengans selalu menggunakan penutup kepala “PECI” yang menjadikan simbol keimanan dan ketaatan kepada Allah swt. Belaiau adalah kader yang aktif dari April 2011 sampai saat ini. Beliau adalah kader yang tidak pernah absen disetiap pertemuan Monitoring dan Evaluasi kader dalam keadaan apapun, dan sepertinya sakit tidak pernah hinggap pada dirinya. Selain itu beliau adalah kader TB yang setiap Tiwulan pasti memberikan sumbangsih capain baik itu suspek dan BTA dan satu lagi belaiu adalah kader yang selalau mendampingi PMO dalam pelatihan PMO dan selalu mendampingi pengelola program bila mengadakan kunjungan ketempat belaiu.




0 comments:

Post a Comment