Monday, 20 March 2017

Mbak Eka, begitu panggilan akrabnya, ibu rumah tangga yang sudah satu setengah tahun terakhir ini ikut bergabung menjadi kader TB aisyiyah di kecamatan Tulang Bawang udik,kabupaten Tulang bawang Barat.meskipun kesibukanya sebagai ibu rumah tangga dan juga pedagang ,mbak Eka tidak pernah lalai untuk melaksanakan tugasnya  sebagai relawan  dalam menyebarkan informasi tentang TB bagi masyarakat di daerahnya ,bahkan dengan pekerjaanya sebagai pedagang dan distribusi tabung gas dari desa satu ke desa lainya mbak eka dapat lebih efektif menyampaikan informasi ke masyarakat ,tanpa mengenal waktu. sehingga  suspek yang di dapatkanya tidak hanya berasal dari desanya saja ini terbukti dari suspek yang di temukan selama mengikuti program TB , yakni  sebanyak 155 suspek yang ditemukan dengan 24 supek terdiagnosa BTA +, 6 orang Ro + dan 1 Tb anak .
    Informasi program TB aisyiyah pertama kali di ketahuinya melalui bidan didesanya, mulanya enggan untuk ikut bergabung lantaran ngeri mendengar kata – kata Tuberculosis.namun setelah tahu bahwa pengobatan TB itu gratis dan penyakit TB bisa disembuhkan dengan pengobatan yang teratur mbak eka tertarik untuk ikut bergabung dalam program,tujuanya dapat membantu masyarakat  agar dapat memahami tentang TB secara benar sehingga tidak salah dan terlambat dalam mencari pengobatan.Dukungan suami lebih meyakinkanya untuk ikut dan bergabung dalam penanggulangan Tuberkulosis. Walaupun, kenyataanya  tak semudah apa yang dibayangkan, dalam memberikan informasi ke pada masyarakat yang terduga TB, banyak yang menyakal jika di sarankan untuk melakukan pemeriksaan sputum,begitupun dengan petugas kesehatan ada beberapa yang kurang baik. tetapi ada pula pasien TB  yang merasa senang dan sangat terbantu dengan adanya informasi yang diberikan sehingga pasien dapat segera berobat karena tahu tentang penyakitnya.

                Selama bergabung di program, mbak eka merasa senang  karena dapat menambah banyak teman  dan saudara, bisa bermanfaat dan menolong orang lain,lebih tahu tentang kesehatan terutama TB dan dapat lebih hati hati dalam menjaga kesehatan keluarga.dengan pendekatan kekeluargaan yang di gunakan ,mbak eka lebih mudah mendekati suspek dan keluarga ,serta suspek merasa nyaman dan tidak sungkan dalam menyampaikan permasalahanya.meskipun tak jarang rasa takut dan khawatir tertular itu ada, karena seringnya bertemu dengan pasien, sehingga besar harapanya, program bisa membantu untuk memberikan jaminan kesehatan bagi relawan  TB “karena tidak mustahil kali ini saya yang membantu mereka yang terkena TB, lain kali jika saya yang terkena siapa yang akan membantu” papar Mbak eka.

                Meskipun penyuluhan dan pendekatan terus dilakukan, masih banyak masyarkat yang belum mempunyai kesadaran untuk memeriksakan diri secara mandiri,besar harapan mbak eka  dimasa yang akan datang masyarakat akan lebih mengerti lebih paham dengan bahaya TB sehingga masyarakat mempunyai kesadaran untuk dapat menolong dirinya sendiri dan keluarga , serta saling bahu membahu dalam pemberantasan TB di kecamatan tulang Bawang Udik khususnya, dan Kabupaten Tulang Bawang Barat.walaupun suatu saat nanti program  berakhir ,selagi  masih bisa membantu orang yang membutuhkan, saya pasti membantu. Kata mbak eka

                Pendapat tentang Aisyiyah sangat bagus dan baik , turut serta dalam pemberantasan TB, belum pernah ada organisasi yang melakukan hal yang sama selama ini . Berikut biodata singkat beliau :
Biodata
Nama                                        :   Eka Susiyani
Usia / TTL                                :   31 tahun/ Gunung Batin 18 Mei 1984 
Alamat                                      :   Karta Raharja
Kegiatan Harian/ Pekerjaan      :   Dagang
Informasi Keluarga        
Nama Suami                             :  Budi Suprapto
Jumlah Anak/ Nama / Usia      :   1 (satu)/ Angga Yuda Pratama/ 12 Tahun


0 comments:

Post a Comment