Mbak Eka, begitu panggilan
akrabnya, ibu rumah tangga yang sudah satu setengah tahun terakhir ini ikut
bergabung menjadi kader TB aisyiyah di kecamatan Tulang Bawang udik,kabupaten
Tulang bawang Barat.meskipun kesibukanya sebagai ibu rumah tangga dan juga
pedagang ,mbak Eka tidak pernah lalai untuk melaksanakan tugasnya sebagai relawan dalam menyebarkan informasi tentang TB bagi
masyarakat di daerahnya ,bahkan dengan pekerjaanya sebagai pedagang dan distribusi
tabung gas dari desa satu ke desa lainya mbak eka dapat lebih efektif
menyampaikan informasi ke masyarakat ,tanpa mengenal waktu. sehingga suspek yang di dapatkanya tidak hanya berasal
dari desanya saja ini terbukti dari suspek yang di temukan selama mengikuti
program TB , yakni sebanyak 155 suspek
yang ditemukan dengan 24 supek terdiagnosa BTA +, 6 orang Ro + dan 1 Tb anak .
Informasi
program TB aisyiyah pertama kali di ketahuinya melalui bidan didesanya, mulanya
enggan untuk ikut bergabung lantaran ngeri mendengar kata – kata
Tuberculosis.namun setelah tahu bahwa pengobatan TB itu gratis dan penyakit TB
bisa disembuhkan dengan pengobatan yang teratur mbak eka tertarik untuk ikut bergabung
dalam program,tujuanya dapat membantu masyarakat agar dapat memahami tentang TB secara benar
sehingga tidak salah dan terlambat dalam mencari pengobatan.Dukungan suami
lebih meyakinkanya untuk ikut dan bergabung dalam penanggulangan Tuberkulosis.
Walaupun, kenyataanya tak semudah apa
yang dibayangkan, dalam memberikan informasi ke pada masyarakat yang terduga TB,
banyak yang menyakal jika di sarankan untuk melakukan pemeriksaan sputum,begitupun
dengan petugas kesehatan ada beberapa yang kurang baik. tetapi ada pula pasien
TB yang merasa senang dan sangat terbantu
dengan adanya informasi yang diberikan sehingga pasien dapat segera berobat
karena tahu tentang penyakitnya.
Selama
bergabung di program, mbak eka merasa senang karena dapat menambah banyak teman dan saudara, bisa bermanfaat dan menolong
orang lain,lebih tahu tentang kesehatan terutama TB dan dapat lebih hati hati
dalam menjaga kesehatan keluarga.dengan pendekatan kekeluargaan yang di gunakan
,mbak eka lebih mudah mendekati suspek dan keluarga ,serta suspek merasa nyaman
dan tidak sungkan dalam menyampaikan permasalahanya.meskipun tak jarang rasa
takut dan khawatir tertular itu ada, karena seringnya bertemu dengan pasien,
sehingga besar harapanya, program bisa membantu untuk memberikan jaminan
kesehatan bagi relawan TB “karena tidak
mustahil kali ini saya yang membantu mereka yang terkena TB, lain kali jika
saya yang terkena siapa yang akan membantu” papar Mbak eka.
Meskipun
penyuluhan dan pendekatan terus dilakukan, masih banyak masyarkat yang belum
mempunyai kesadaran untuk memeriksakan diri secara mandiri,besar harapan mbak
eka dimasa yang akan datang masyarakat
akan lebih mengerti lebih paham dengan bahaya TB sehingga masyarakat mempunyai
kesadaran untuk dapat menolong dirinya sendiri dan keluarga , serta saling bahu
membahu dalam pemberantasan TB di kecamatan tulang Bawang Udik khususnya, dan
Kabupaten Tulang Bawang Barat.walaupun suatu saat nanti program berakhir ,selagi masih bisa membantu orang yang membutuhkan,
saya pasti membantu. Kata mbak eka
Pendapat
tentang Aisyiyah sangat bagus dan baik , turut serta dalam pemberantasan TB,
belum pernah ada organisasi yang melakukan hal yang sama selama ini . Berikut biodata singkat beliau :
Biodata
Nama : Eka Susiyani
Usia / TTL : 31 tahun/ Gunung Batin 18 Mei 1984
Alamat : Karta Raharja
Kegiatan Harian/ Pekerjaan :
Dagang
Informasi Keluarga
Nama Suami : Budi Suprapto
Jumlah Anak/ Nama / Usia :
1 (satu)/ Angga Yuda Pratama/ 12 Tahun



0 comments:
Post a Comment