Berawal dari penyuluhan yang dilakukan kader, terjaring salah satu suspek. Meskipun pada awalnya sangat susah untuk dibawa ke Puskesmas. Berulangkali kader (Ibu Kamisah) mendatangi rumah pak Karsim untuk diajak ke Puskesmas, namun tetap tidak mau. Hingga pada Tanggal 7 Mei 2015 malam hari pak Karsim menyerah, keesokan harinya ketika dahaknya diperiksa ternyata positif, dan Pak Karsim juga mempunyai penyakit Diabetes.
Pak Karsim berusia 76 Tahun dengan 11 anak dan 20 orang cucu, tinggal di Jalan. Arief Rahman Hakim Gg Jaya. Way Halim. Bandar Lampung, beliau tinggal bersama anaknya, salah satu menantu dan cucunya juga pernah terkena TB.
Dua bulan menjalani pengobatan, pak karsim mulai merasakan efek samping obat yang luar biasa, dan kemudian diopname selama satu minggu, dari tgl 1 sampai 7 Juli 2015. Selama opname oleh dokter obat paket diganti, dan sampai tgl 14 Juli pak Karsim tidak minum obat paket. Pada Tgl 14 Juli Petugas Puskesmas bersama kader (Ibu Kamisah) melakukan kunjungan ke rumah pak karsim dan membujuk untuk meneruskan pengobatan.
Semangatnya yang tinggi untuk sembuh membuat pak Karsim tetap patuh minum obat, hingga pada Tanggal 22 Oktober, setiap kali sehabis minum obat Pak Karsim selalu menggigil, gatal2, kulitnya jadi gosong, dan akhirnya rontok berserakan, dan terkadang ketakutan.
Melihat keadaan seperti ini, kader melapor ke Puskesmas. Oleh puskesmas akan dirujuk ke rumah sakit, tetapi keluarga tidak membolehkan.
Kini diusia senjanya, pak karsim hanya sanggup berbaring, tetapi dengan semangat untuk sembuh pak karsim tetap melanjutkan pengobatan, meskipun dengan menahan sakit yang luar biasa.
Bu Kamisah dengan setia setiap minggu mengambilkan obat ke puskesmas dan memantau pengobatan pasien.
Pak Karsim bersama istri dan Ibu Kamisah( Kader TB ‘Aisyiyah)




0 comments:
Post a Comment